Petugas dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) bersama dengan narapidana melaksanakan Shalat Istisqa di berbagai unit pemasyarakatan pada hari Jumat, 18 September, sebagai respons terhadap kemarau yang berkepanjangan. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Wilayah Ditjenpas serta 627 Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang mencakup Lembaga Pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara, Lembaga Pembinaan Khusus Anak, dan Balai Pemasyarakatan.
Shalat Istisqa juga melibatkan tokoh agama setempat. Kegiatan ini menjadi kesempatan bagi jajaran pemasyarakatan dan narapidana untuk melakukan muhasabah, memperbanyak istighfar, serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat di tengah musim kemarau yang sedang berlangsung.
Pentingnya Shalat Istisqa dalam Menghadapi Kekeringan
Direktur Jenderal Pemasyarakatan, Mashudi, menyatakan, “Kami mengarahkan seluruh jajaran Pemasyarakatan di Indonesia untuk melaksanakan Shalat Istisqa. Tujuannya sebagai momentum muhasabah kepada Allah Swt. sekaligus penguatan mental dan spiritual dalam menghadapi dampak kekeringan yang terjadi belakangan ini.” Selain itu, kegiatan ini juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran dalam penggunaan air secara bijak di UPT Pemasyarakatan.
Monitoring Ketersediaan Air di UPT Pemasyarakatan
Berdasarkan informasi dari BMKG, sekitar 81 persen zona musim di Indonesia telah memasuki musim kemarau. Mashudi mengimbau kepada Warga Binaan dan petugas untuk menggunakan air secara bijak agar kebutuhan selama proses pembinaan tetap terpenuhi. Sementara itu, Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan, Masjuno, menambahkan bahwa Ditjenpas terus memantau ketersediaan dan pasokan air di UPT Pemasyarakatan, terutama di daerah yang mengalami kemarau lebih panjang.
“Kami terus memonitor rekan-rekan di lapangan agar pasokan air tetap terpenuhi selama musim kemarau. Di saat yang sama, kami mendorong jajaran dan Warga Binaan untuk menggunakan air secara bijak,” ungkap Masjuno.
Shalat Istisqa juga dilaksanakan di berbagai satuan kerja Pemasyarakatan di seluruh Indonesia, dari wilayah Barat hingga Timur. Melalui kegiatan ini, jajaran Pemasyarakatan berupaya memperkuat pembinaan kepribadian dan nilai spiritual narapidana, serta membangun kesadaran bersama untuk menjaga lingkungan, menghemat penggunaan air, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau.