Setelah dua tahun tanpa gelar dan kembali berkompetisi setelah cedera, pasangan ganda putra terbaik India, Satwiksairaj Rankireddy dan Chirag Shetty, akan memimpin tim nasional di turnamen bulu tangkis Japan Open Super 750 yang menawarkan hadiah sebesar USD 950.000 atau sekitar 16 miliar rupiah. Turnamen ini akan berlangsung di Tokyo mulai hari Selasa.
Pasangan yang diunggulkan di posisi ketiga ini sebelumnya mengundurkan diri dari Indonesia Open bulan lalu akibat cedera bahu yang dialami Satwik. Kini, mereka bersemangat untuk melanjutkan performa baik setelah berhasil mengakhiri puasa gelar selama dua tahun dengan meraih juara di Singapore Open.
Perjalanan Awal di Japan Open
Satwik dan Chirag akan memulai perjalanan mereka di Japan Open 2026 dengan menghadapi pasangan Denmark, Daniel Lundgaard dan Mads Vestergaard. Selain itu, harapan untuk tunggal putra India kembali dipikul oleh Lakshya Sen, PV Sindhu, dan Ayush Shetty yang sedang naik daun. Beberapa pasangan ganda juga berupaya untuk melangkah jauh di salah satu turnamen terbesar dalam BWF World Tour ini.
Lakshya, yang menjadi finalis di Kejuaraan All England awal tahun ini, akan membuka pertandingannya melawan Koki Watanabe dari Jepang. Pemain yang saat ini menduduki peringkat 14 dunia ini telah menunjukkan performa yang stabil, meskipun hasil mengecewakan saat tersingkir di babak awal Indonesia Open cukup mengejutkan.
Tantangan di Nomor Tunggal Putri
Ayush, yang dianggap sebagai salah satu prospek cerah di India, akan menghadapi tantangan berat di pertandingan pertamanya melawan Kunlavut Vitidsarn dari Thailand, yang merupakan unggulan kedua dan mantan juara dunia. Pemain berusia 20 tahun ini terus menunjukkan peningkatan setelah meraih gelar di US Open Super 300 tahun lalu dan menjadi runner-up di Kejuaraan Bulu Tangkis Asia musim ini.
Sementara itu, PV Sindhu, yang telah meraih dua medali Olimpiade, akan berhadapan dengan Wong Ling Ching dari Malaysia di nomor tunggal putri. Talenta muda Unnati Hooda juga akan berlaga melawan Huang Yu-Hsun dari Taiwan di pertandingan pembukaannya. Sindhu secara konsisten mencapai babak akhir turnamen musim ini, namun masih mencari gelar pertamanya sejak meraih trofi Syed Modi International pada tahun 2024. Unnati diharapkan dapat menunjukkan potensinya setelah menghadapi kesulitan di babak pertama turnamen tingkat atas, meskipun berhasil menjuarai Polish Open awal tahun ini.