ATHENA: Sebuah kebakaran telah mengakibatkan kerusakan signifikan pada gedung bulu tangkis yang dibangun untuk Olimpiade Athena 2004, dengan atap gedung tersebut runtuh. Dinas pemadam kebakaran melaporkan bahwa mereka mengerahkan hampir 40 petugas dan 13 kendaraan untuk memadamkan api yang mulai berkobar pada Minggu malam di dalam aula yang sudah tidak digunakan selama beberapa tahun.
Menurut pihak pemadam kebakaran, proses pemadaman api baru berhasil dikendalikan pada Senin pagi. Beruntung, tidak ada laporan mengenai korban jiwa atau luka dalam insiden ini. Aula bulu tangkis tersebut terletak di sebuah taman yang cukup populer di kalangan warga setempat.
Sejarah dan Biaya Pembangunan
Kompleks bulu tangkis ini awalnya dibangun sebagai tempat sementara dengan biaya lebih dari €20 juta atau sekitar 400 miliar rupiah. Setelah penyelenggaraan Olimpiade, gedung ini disewakan untuk konser pribadi dengan biaya tambahan sebesar €16 juta atau sekitar 320 miliar rupiah, dan menjadi lokasi pertunjukan untuk berbagai acara, termasuk pertunjukan Cats dan Mamma Mia!.
Pada tahun 2012, pengadilan administratif tertinggi di Yunani memutuskan bahwa gedung ini melanggar peraturan bangunan dan harus dihancurkan. Masa sewa gedung tersebut selama 20 tahun telah berakhir pada bulan April, sebagaimana dinyatakan oleh pemerintah kota Athena.
Kenangan Taufik Hidayat di Athena
Athena juga memiliki makna khusus bagi legenda bulu tangkis Indonesia, Taufik Hidayat. Taufik, yang merupakan pemain tunggal putra, berhasil meraih medali emas pada Olimpiade Athena 2004 setelah mengalahkan Shon Seung-mo dari Korea Selatan di babak final. Ia dikenal dengan pukulan backhand yang sangat kuat dan mematikan.
Selain medali emas Olimpiade, Taufik Hidayat memiliki sejumlah prestasi gemilang lainnya, antara lain: Juara Dunia BWF di Anaheim pada tahun 2005 dengan mengalahkan Lin Dan, serta meraih medali emas dua kali berturut-turut di Asian Games Busan 2002 dan Doha 2006. Ia juga tiga kali menjadi juara Asia pada tahun 2000, 2004, dan 2007.