Friday, 25 September 2026
Hukum & Kriminal

Rektor UIN Surabaya Dicopot Setelah Gelombang Demonstrasi Mahasiswa

Menteri Agama Nasaruddin Umar resmi memberhentikan Akh Muzakki dari jabatannya sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya setelah menerima surat pengunduran diri pasca demonstrasi ma...

N
Ni Luh Ayu Sari
25 September 2026 3 pembaca
Rektor Unisa dicopot. (CNN Indonesia/ Farid)
Rektor Unisa dicopot. (CNN Indonesia/ Farid)

Menteri Agama Nasaruddin Umar telah mengeluarkan keputusan untuk memberhentikan Akh Muzakki dari posisinya sebagai Rektor Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya. Pemberhentian ini terjadi setelah Muzakki mengajukan surat pengunduran diri yang menyusul gelombang demonstrasi yang berujung pada penyegelan kampus.

Keputusan tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) No. 060729/MA.KP.07/09/2026. Ironisnya, Muzakki baru dilantik untuk periode kedua pada 15 September 2026, hanya satu minggu sebelum ia memutuskan untuk mundur.

Pemberhentian Resmi dan Penunjukan Plt

Kepala Biro SDM Setjen Kemenag, Muhammad Zain, menjelaskan bahwa KMA mengenai pemberhentian Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya diterbitkan setelah menerima surat pengunduran diri dari Prof. Muzakki pada 22 September 2026. "Melalui KMA yang terbit pada 23 September 2026 ini, Menag memberhentikan Prof Muzakki dengan hormat dan ucapan terima kasih atas jasa-jasanya selama ini," ungkap Zain.

Untuk mengantisipasi kekosongan posisi pimpinan, Menteri Agama segera menunjuk Dirjen Pendidikan Islam Amien Suyitno sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UIN Surabaya. "Jadi selaku Plt, Prof Suyitno akan bertugas sampai dengan dilantiknya Rektor UIN Surabaya yang baru dalam waktu secepatnya," tegasnya.

Reaksi dari Pihak Kampus dan Mahasiswa

Prof KH Imam Ghazali Said, Guru Besar UINSA yang mengajar di bidang Sejarah Pemikiran Islam Klasik, juga mengonfirmasi bahwa Akh Muzakki telah mengirimkan surat pengunduran diri kepada Kemenag. "Iya benar [Muzakki sudah mengirimkan surat pengunduran diri ke Kemenag]. Surat dikirimkan kemarin jam 22.00 WIB dan pagi tadi suratnya sudah sampai di Kemenag," jelas Prof Imam saat dihubungi.

Namun, meskipun Kemenag telah mengeluarkan KMA pemberhentian dan menunjuk Plt, aksi protes dari mahasiswa masih berlanjut. Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UINSA belum mencabut segel kampus dan menuntut bukti konkret terkait pengunduran diri rektor sebelum menghentikan aksi boikot.

Wakil Presiden DEMA UINSA, Fadlurrakhman Fazle Purwardana, menegaskan bahwa mereka memerlukan bukti administratif mengenai pengunduran diri rektor. "Jika memang benar rektor telah memutuskan untuk mengundurkan diri, yang kami inginkan adalah bukti normatif bahwa beliau telah mengundurkan diri. Bukan melalui berita, bukan melalui pernyataan atau omongan," tegas Fadlurrakhman di Kampus 1 UINSA Surabaya.

// Artikel Terkait