Tuesday, 25 August 2026
Peristiwa

Rekrutmen Prajurit Satsiber TNI, Pendidikan Singkat Hanya Sebulan

Satuan Siber TNI membuka kesempatan rekrutmen bagi prajurit dari berbagai tingkatan, dengan total kuota 50 personel pada tahun 2025. Pendidikan yang diberikan kepada calon prajurit hanya berlangsung s...

D
Daniel Saputra
24 August 2026 18 pembaca
Foto: Republika/Erik Purnama Putra
Foto: Republika/Erik Purnama Putra

Satuan Siber (Satsiber) TNI kini membuka rekrutmen bagi prajurit, termasuk perwira dan bintara. Pada tahun 2025, TNI menargetkan untuk merekrut sebanyak 50 personel. Kepala Satsiber TNI, Brigjen Juinta Omboh Sembiring, menyatakan bahwa kuota untuk tahun ini masih dalam proses perumusan oleh Spers TNI.

Proses Rekrutmen dan Kriteria

Menurut Sembiring, tim Satsiber telah melakukan pendataan terhadap sejumlah universitas yang memiliki potensi untuk dijadikan sumber rekrutmen. Calon prajurit yang diharapkan dapat berasal dari mahasiswa S1 dan S2, serta siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). "Kemudian itu kita cek apa kemampuan yang dia miliki, sertifikasinya apa. Setelah sertifikasi dia portofolionya apa, pengalaman kerja ada tidak. Semua, semua kita seleksi, kita cek," ujarnya.

Dia menjelaskan bahwa untuk lulusan S1 dan S2 yang berhasil dalam rekrutmen akan mendapatkan pangkat Letnan Dua (Letda) setelah menyelesaikan pendidikan. Sedangkan lulusan SMK yang lolos akan berpangkat Sersan Dua (Serda). Sembiring menegaskan bahwa pendidikan di Satsiber TNI lebih singkat dibandingkan dengan pendidikan prajurit reguler.

Pendidikan dan Evaluasi

"Iya, kayak kemarin yang mereka hanya satu bulan dididik tahun lalu. Nanti tapi terus dievaluasi lah oleh Spers untuk pendidikannya. Yang pasti kami harus mendeteksi bagaimana mental ideologi dia, eh kejuangan dia, itu harus kuat, termasuk psikologi dia. Ini mungkin yang menjadi syarat utama. Selain dari kemampuan teknis tadi," tambahnya.

Proses rekrutmen ini akan melibatkan penyebaran informasi dan undangan kepada berbagai komunitas dan kampus. Pada tahun lalu, Satsiber TNI menerima sekitar 2.000 pendaftar untuk kuota yang sama. "Nanti kita asesmen dulu. Yang masuk asesmen mengikuti pentahapan-pentahapan, kita evaluasi terus," jelas Sembiring. Dia juga menyebutkan bahwa pemenang kompetisi Cyber Competition 2026 "Rise The Ranger II" yang berminat untuk bergabung dengan TNI juga akan dipertimbangkan.

// Artikel Terkait