Saturday, 27 June 2026
Peristiwa

Prabowo: Keunikan Indonesia dalam Pengelolaan Pertanian dan Peran Militer

Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan potensi Indonesia dalam ekspor pupuk ke Australia dan menyoroti peran unik polisi dan tentara dalam sektor pertanian.

S
Saraswati Indira Alika
24 June 2026 14 pembaca
Foto: BPMI Setpres
Foto: BPMI Setpres

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menginformasikan bahwa ia baru saja menerima telepon dari Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese, yang meminta Indonesia untuk mengekspor pupuk ke negara tersebut. Permintaan ini muncul karena Indonesia memiliki surplus pupuk.

"Saudara-saudara, alhamdulillah, kita sekarang sudah mulai ekspor. Kita sekarang bantu negara-negara lain. Saya ditelepon Perdana Menteri Australia. Beliau terima kasih Indonesia punya surplus pupuk dan mereka minta apakah boleh kita jual (pupuk) ke mereka," ungkap Prabowo saat menghadiri acara puncak Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan XVII di Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu (23/6/2026) siang WITA.

Komitmen untuk Memenuhi Permintaan Pupuk

Prabowo menegaskan bahwa ia telah memberikan izin untuk menjual pupuk tersebut. "Saya bilang: Jual! Kirim ke mereka! Negara-negara banyak yang minta pupuk dari kita. Negara-negara lain banyak minta beras dari kita, jagung dari kita, silakan. Asal harganya bener, ya Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman). Petani jangan rugi," jelasnya di hadapan ribuan petani dan nelayan yang hadir.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga mengumumkan bahwa Indonesia telah mencapai swasembada pangan, terutama dalam produksi beras, yang berhasil dicapai dalam waktu hanya satu tahun lebih di bawah pemerintahannya.

Penghargaan untuk Petani dan Nelayan

Prabowo menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian swasembada pangan dan mengapresiasi kerja keras para petani dan nelayan. "Saya merasa bersyukur, kita swasembada pangan. Kita produksi pangan, beras, jagung, hampir semua komoditas pangan kita produksi, dan produksi beras dan jagung kita tertinggi sepanjang negara kita berdiri, dan ini adalah akibat kerja keras saudara-saudara sekalian," ucapnya.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada para petani, nelayan, serta pejabat negara yang terlibat dalam sektor pertanian dan kelautan, termasuk Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono, dan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono.

Prabowo menyoroti keunikan Indonesia dalam pengelolaan pertanian, "Hanya di Indonesia, polisi ngurus pertanian. Hanya, mungkin di Indonesia, tentaranya sering ada di sawah. Hanya di Indonesia, Angkatan Laut tanam kedelai. Hanya di Indonesia, Angkatan Udara tanam tebu. Tetapi ini adalah strategis. Ini adalah kenapa Indonesia akan bangkit dengan hebat. Kita akan bangkit menjadi negara yang hebat," tegasnya.

// Artikel Terkait