Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, hadir dalam perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat dan sekaligus merayakan ulang tahun ke-77 pendirinya, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta Pusat, pada Rabu malam, 8 September 2026. Dalam kesempatan tersebut, Prabowo mengenang hubungan dekatnya dengan SBY yang terjalin sejak mereka sama-sama menempuh pendidikan di Akademi Militer.
Prabowo mengungkapkan, "Saya satu angkatan dengan Pak SBY di Akademi Militer. Masuknya satu angkatan, keluarnya angkatan di bawahnya. Memang dari awal sudah kelihatan Bapak SBY memang taruna yang terbaik, tapi Prabowo Subianto taruna yang bisa diperbaiki," yang disambut dengan tawa dan tepuk tangan dari ribuan kader Partai Demokrat yang hadir.
Jejak Militer dan Nilai Kerakyatan
Keduanya, Prabowo dan SBY, merupakan lulusan Akademi Militer dengan SBY meraih Adhi Makayasa pada tahun 1973, sementara Prabowo lulus pada tahun 1974. Meskipun memiliki latar belakang militer, Prabowo menegaskan bahwa hal tersebut tidak menjauhkan mereka dari nilai-nilai kerakyatan. Ia menyatakan, "Kita dididik dari kecil sebagai tentara rakyat yang berjuang untuk rakyat. Jadi kita justru menghayati bahwa tentara itu adalah milik rakyat. Dan kalau kita ingin terus berbakti mengabdi di bidang politik, kita harus menjalankan politik itu melalui demokrasi."
Pujian untuk SBY dan Pengalaman Politik
Prabowo juga memberikan penghargaan kepada SBY atas langkahnya dalam mendirikan partai politik dan berproses secara demokratis. Ia menyebut bahwa SBY telah memberikan contoh bagaimana seorang mantan prajurit dapat beradaptasi dengan dinamika politik, baik saat berada di puncak kekuasaan maupun ketika tidak lagi menjabat. "Pak SBY memberi contoh, pensiunan keluarga tentara membuat partai, maju ke hadapan rakyat, mendapat mandat. Demikian juga saya. Kalau mencontek yang baik boleh, saya juga membuat partai, maju ke rakyat minta mandat. Empat kali tidak diberikan mandat, tapi akhirnya dikasih juga," ungkap Prabowo.