Sunday, 09 August 2026
Hukum & Kriminal

Polisi Selidiki Identitas Staf Kejagung Terkait Kematian Mencurigakan Sutrimo

Pihak kepolisian sedang menyelidiki identitas Febrio Adiono, staf administrasi Kejaksaan Agung, yang diduga terlibat dalam pengantaran jenazah Sutrimo, pria yang meninggal di depan klinik di Jakarta S...

S
Stephanie Marissa
09 August 2026 2 pembaca
Keluarga Sutrimo lapor polisi. (Anang Firmansyah/detikJateng)
Keluarga Sutrimo lapor polisi. (Anang Firmansyah/detikJateng)

Jakarta, polisi tengah menyelidiki identitas Febrio Adiono, seorang staf administrasi di Kejaksaan Agung (Kejagung), yang disebut-sebut terlibat dalam pengantaran jasad Sutrimo. Sutrimo ditemukan tewas di depan Mordent Aesthetic Clinic yang terletak di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto, menyatakan, "Nah ini nanti akan didalami (benar atau tidaknya Febrio pegawai Kejagung)," saat memberikan pernyataan mengenai kasus tersebut. Kematian Sutrimo telah dilaporkan ke Bareskrim Polri dengan keterangan bahwa ia meninggal dalam kondisi yang mencurigakan.

Penyelidikan dan Ekshumasi

Budi menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan dari masyarakat mengenai kematian Sutrimo yang dianggap tidak wajar. "Memang kemarin kami mendapat informasi, ada dari pelapor ataupun warga masyarakat melaporkan kepada Bareskrim Polri terkait tentang kematian saudara S dianggap tidak wajar," ujarnya.

Sehubungan dengan laporan tersebut, pelapor meminta agar dilakukan ekshumasi terhadap jasad Sutrimo, yang merupakan proses penggalian kembali jenazah dari kubur oleh pihak berwenang. Polisi berencana untuk segera melaksanakan ekshumasi guna mengetahui penyebab kematian.

"Akan disegerakan (ekshumasi) guna mengetahui penyebab kematian," tambahnya. Budi juga menyatakan bahwa pihaknya akan memanggil dokter dari RS Muhammadiyah Taman Puring yang pertama kali menangani Sutrimo pada pekan depan, karena sebelumnya dokter tersebut tidak hadir saat pemeriksaan.

Identitas Febrio dan Sutrimo

Kapuspenkum Kejagung RI, Anang Supriatna, mengonfirmasi bahwa Febrio adalah pegawai di Kejagung, meskipun bukan seorang jaksa. "Yang namanya Saudara Febrio, yang kami tahu memang dia pegawai Kejaksaan, tapi bukan jaksa, pegawai Kejaksaan," jelas Anang saat berbicara dengan wartawan.

Dia menambahkan bahwa Febrio sebelumnya adalah ajudan dari mantan Jampidsus, Febrie Adriansyah, namun kini hanya bertugas sebagai staf administrasi. "Stafnya (Febrie) ya. Iya (Stafnya Febrie). (Saat ini) staf biasa. Enggak (mendampingi pejabat Kejaksaan lainnya)," ungkap Anang.

Mengenai Sutrimo, Anang mengaku tidak mengenalnya dan menyatakan bahwa Sutrimo bukan bagian dari Kejaksaan. "Saya tidak mengenal terhadap yang istilahnya Karumga, saya tidak dikenal sama sekali, dan bukan warga Kejaksaan. Jadi saya tidak berhak mengomentari itu," tuturnya.

Sutrimo sendiri ditemukan tewas dengan kondisi mulut berbusa di depan klinik tersebut, dan hingga kini penyebab kematiannya masih dalam penyelidikan oleh pihak kepolisian. Di media sosial, Sutrimo banyak disebut sebagai kepala rumah tangga (karumga) dari mantan Jampidsus Kejagung, Febrie Adriansyah.

Kasus ini terus berkembang, dan masyarakat menantikan hasil penyelidikan lebih lanjut dari pihak kepolisian.

// Artikel Terkait