Friday, 26 June 2026
Peristiwa

Pertikaian Antara Mahasiswa dan Rektorat UNY Terkait Kebijakan SPPG Viral di Media Sosial

Sebuah video yang menunjukkan ketegangan antara mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta dan pihak rektorat mengenai kebijakan SPPG menjadi viral. Dalam video tersebut, seorang pejabat kampus terlihat...

F
Farhan Hakim
26 June 2026 2 pembaca
Foto: Tangkapan Layar
Foto: Tangkapan Layar

Video yang merekam aksi demonstrasi di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menjadi viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seorang pria berpakaian kemeja putih lengan panjang terlihat marah-marah menghadapi mahasiswa yang melakukan aksi tersebut. Pria itu diketahui sebagai Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Manusia dan Hukum, Siswanto.

Ketidakpuasan Siswanto tampak jelas ketika ia mengkritik spanduk yang dibawa oleh mahasiswa, yang dianggapnya kotor. "Itu sampah, kotor itu mas, banyak orang yang menyatakan bersih itu gak waras, kotor itu, lihat kotor mengotori lantai, mengotori pandangan, kotor itu, tak pantas," ungkapnya dalam video yang beredar.

Dialog Panas Antara Mahasiswa dan Pejabat

Dalam situasi yang tegang, seorang mahasiswa berani mempertanyakan, "Lebih kotor itu atau kebijakan pak?" Siswanto kemudian menanggapi dengan mempertanyakan asal tuduhan bahwa UNY akan membangun SPPG. Ia terus meminta mahasiswa untuk menjelaskan sumber informasi tersebut.

"Katakan dimana SPPG itu kalau kamu bilang itu ada," tegas Siswanto. Mahasiswa yang terlibat dalam diskusi tersebut menjawab, "Mau saya tunjukkan pak?" Namun, Siswanto kembali menantang, "Katakan di mana?!"

Aksi Mahasiswa sebagai Respons Kebijakan Kampus

Menurut keterangan yang disampaikan oleh Garda Biru UNY melalui akun Instagram mereka, aksi demonstrasi ini merupakan respons terhadap sejumlah kebijakan kampus, termasuk penolakan terhadap rencana pembangunan SPPG di UNY, kebijakan triple gate, dan tes kesehatan bagi mahasiswa baru.

Ketegangan ini mencerminkan perbedaan pandangan antara mahasiswa dan pihak rektorat mengenai kebijakan yang dianggap berdampak pada mahasiswa. Aksi ini menunjukkan semangat mahasiswa dalam memperjuangkan hak dan kepentingan mereka di lingkungan kampus.

// Artikel Terkait