Mehmet Dinc, yang merupakan Tutor Shuttle Time di Federasi Bulu Tangkis Turki, menceritakan pengalamannya dalam dunia bulu tangkis yang dimulai sejak masa kecilnya di Gazipaşa, sebuah distrik kecil di provinsi Antalya. Meskipun daerah tersebut bukanlah pusat olahraga, Dinc dan teman-temannya memiliki ketertarikan yang besar terhadap berbagai jenis olahraga. Dia menyelesaikan pendidikan dasar hingga menengah di tempat tersebut, dan kemudian melanjutkan studi di bidang Ilmu Olahraga di Universitas Alanya Alaaddin Keykubat, di mana dia juga sedang menempuh studi doktoral.
Awal Ketertarikan terhadap Bulu Tangkis
Ketertarikan Dinc terhadap bulu tangkis dimulai ketika dia berusia 11 tahun, saat seorang pelatih datang ke sekolahnya untuk memperkenalkan olahraga ini. Dinc dan teman-temannya sangat terkesan dan mulai bermain bulu tangkis di halaman sekolah maupun di rumah. Dia merasa bahwa olahraga ini sangat menyenangkan dan berbeda dari olahraga lainnya, terutama karena peralatannya yang tidak biasa. Seiring berjalannya waktu, Dinc semakin menikmati bulu tangkis, terutama ketika dia mulai berpartisipasi dalam sesi latihan yang lebih kompetitif.
Perkembangan Karir dan Kontribusi
Setelah mulai berlatih, Dinc meraih kesuksesan pertamanya dengan mengikuti turnamen resmi pada usia 12 tahun, yang semakin memotivasi dirinya. Selama masa kuliah, ia mengembangkan keterampilan melatihnya dan menjadi asisten pelatih pada tahun pertama, kemudian diangkat menjadi kepala pelatih pada tahun kedua. Pada tahun 2019, Dinc resmi bekerja sebagai pelatih di sebuah klub dan berhasil membawa atlet ke kejuaraan Turki. Dia juga aktif membentuk dan melatih tim sekolah yang berhasil meraih prestasi di tingkat provinsi, regional, dan nasional.
Dinc berkomitmen untuk mempromosikan bulu tangkis di sekolah-sekolah dengan mengadakan program penyuluhan dan memberikan dukungan peralatan. Dengan memperkenalkan bulu tangkis kepada anak-anak di daerah pedesaan, ia berhasil menjangkau komunitas yang kurang terlayani, serta melatih atlet hingga ke tingkat nasional. Saat ini, ia juga mengajar bulu tangkis di lima sekolah di distrik tersebut, termasuk sekolah-sekolah di daerah pedesaan.
Melalui bulu tangkis, Dinc telah membangun jaringan pertemanan di berbagai kota. Ia merasa bahagia ketika bertemu dengan orang-orang yang dikenalnya dari komunitas bulu tangkis, bahkan saat berlibur. Bulu tangkis bukan hanya sekadar olahraga baginya, tetapi juga merupakan gairah dan profesi yang tidak bisa ia tinggalkan, terlepas dari kegiatan lainnya.
Dinc merasa bangga dapat berkontribusi dalam dunia bulu tangkis, baik di lapangan maupun dalam bidang akademik. Ia menikmati mengajar bulu tangkis, terutama kepada siswa di sekolah-sekolah pedesaan, di mana para siswa menunjukkan antusiasme yang tinggi. Dinc juga mengajar bulu tangkis kepada siswa penyandang disabilitas, dan merasa senang melihat mereka bersemangat untuk berlatih dan bermain.