Beberapa bulan lalu, Clarissa San masih berjuang untuk mendapatkan tempat di sirkuit bulu tangkis internasional yang lebih rendah. Kini, pemain ganda campuran berusia 20 tahun tersebut bersiap untuk tampil bersama juara dunia bertahan, Chen Tang Jie, di Japan Open 2026 yang akan berlangsung pekan depan. Ini merupakan momen penting dalam kariernya yang masih muda.
Kesempatan ini datang setelah Toh Ee Wei mengalami cedera lutut, sehingga Clarissa mendapatkan peluang untuk berpasangan dengan Tang Jie di Japan Open, China Open, dan Taiwan Open. Sebelumnya, Clarissa lebih banyak berkompetisi di turnamen satelit dan ajang BWF World Tour tingkat bawah. Ia mengakui bahwa kesempatan untuk bermain dengan salah satu bintang bulu tangkis terbesar Malaysia adalah sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan.
Pendekatan Positif dalam Kompetisi
"Saya tidak memiliki banyak ekspektasi karena ini adalah pertama kalinya saya berpartisipasi di turnamen sebesar ini," ungkap Clarissa. "Fokus saya hanyalah untuk memberikan yang terbaik dan menerapkan semua yang telah kami latih setiap hari." Pemain muda ini sebelumnya meraih gelar ganda campuran berturut-turut di Bangladesh International Series dan Bangladesh International Challenge tahun lalu bersama Datu Anif Isaac Datu Asrah. Ia juga telah mendapatkan pengalaman berharga di beberapa turnamen Super 100 dan tampil di babak kualifikasi Malaysia Masters awal musim ini.
Meskipun standar kompetisi semakin tinggi, Clarissa merasa tenang berkat bimbingan Tang Jie, yang ia anggap sebagai mentor dan sosok kakak. "Saya masih harus banyak belajar di lapangan, tetapi Tang Jie telah menjadi mentor yang sangat baik dan seperti kakak laki-laki bagi saya," katanya. "Setiap kali saya membuat kesalahan, dia membantu dan membimbing saya, jadi saya pikir kemitraan kami telah berkembang dengan cukup baik."
Menghadapi Tantangan dengan Semangat
Alih-alih merasa tertekan dengan kesempatan ini, Clarissa memanfaatkan momen langka ini untuk menguji kemampuannya melawan pemain-pemain terbaik dunia. "Yang paling penting, saya sangat gembira karena ini adalah kesempatan yang luar biasa," ujarnya. "Saya sangat berterima kasih kepada para pelatih karena telah memberi saya kesempatan ini. Saya tidak ingin takut atau menahan diri. Saya hanya ingin menikmati pengalaman ini dan tidak menyesal di lapangan."
Clarissa juga mengungkapkan bahwa pelatih ganda campuran nasional, Nova Widianto, selalu mengingatkannya untuk percaya pada kerja keras yang telah dilakukannya selama latihan, alih-alih mengkhawatirkan momen tersebut. "Pelatih Nova selalu mengingatkan saya setiap hari untuk tidak takut karena kami telah bekerja keras selama latihan," jelasnya. "Dia selalu mengingatkan saya untuk mengerahkan seluruh kemampuan, mempercayai apa yang telah saya latih, dan menikmati diri saya di lapangan."
Dengan harapan kemitraan ini akan berlanjut setidaknya untuk tiga turnamen berikutnya sementara Ee Wei pulih dari cedera ringan pada ligamen anterior cruciate di lutut kirinya, Clarissa berharap dapat memanfaatkan setiap kesempatan dengan sebaik-baiknya bersama salah satu pemain ganda campuran terkemuka di negara ini. "Kami akan bermain bersama di tiga atau empat turnamen, jadi saya hanya ingin belajar sebanyak mungkin dari pengalaman ini," tutupnya. "Dan jika kita bisa memenangkan pertandingan di sepanjang jalan, itu akan jauh lebih baik."