Mabes Polri mengungkapkan alasan pemilihan lokasi Satlat Brimob Cikeas yang terletak di Bogor, Jawa Barat, untuk menjadi tempat puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang diadakan pada Rabu, 1 Juli. Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyatakan bahwa pemilihan tempat tersebut sejalan dengan tema peringatan tahun ini, yaitu Pengabdian Polri Untuk Masyarakat.
Makna Pemilihan Lokasi
Isir menjelaskan bahwa Satlat Brimob Polri di Cikeas menjadi simbol bagi masyarakat untuk memahami bahwa setiap tugas kepolisian dilalui melalui proses pendidikan dan pelatihan yang mencakup pembentukan nilai-nilai dan karakter. Ia menekankan, "Sebagai simbol peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi pondasi pelayanan Polri serta Profesional dan Modern," dalam keterangan tertulisnya.
Rangkaian Acara Peringatan
Dalam kesempatan yang sama, Isir mengungkapkan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 akan dipimpin oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai inspektur upacara. Selain itu, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka serta kementerian dan lembaga terkait juga akan hadir dalam acara tersebut. "Pada Upacara Hari Bhayangkara ke-80 akan dipimpin Presiden RI Bapak Prabowo Subianto sebagai Inspektur Upacara dan dihadiri Wapres RI Gibran Rakabuming Raka serta Seluruh K/L dan stakeholders," jelasnya.
Puncak perayaan Hari Bhayangkara ke-80 juga akan mencakup berbagai kegiatan seperti parade, pemberian tanda kehormatan, peragaan, defile, dan syukuran. Selain itu, akan ada pameran alat utama dan alat khusus milik Polri yang merupakan produk dalam negeri, serta penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat. Isir menyebutkan bahwa sekitar 9.000 peserta, terdiri dari personel Polri, TNI, dan komponen masyarakat, akan terlibat dalam perayaan ini.
Lebih lanjut, Isir menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan perayaan HUT Bhayangkara telah dimulai sejak bulan Mei, yang mencakup kegiatan Bhakti Bhayangkara, anjangsana, dzikir dan doa bersama lintas agama, perlombaan, pekan olahraga, hingga pagelaran wayang. "Dengan pelaksanaan rangkaian kegiatan dan sebelum puncak upacara mendekat dengan masyarakat kemudian juga bersama-sama dengan masyarakat," tutupnya.