Monday, 31 August 2026
Hukum & Kriminal

Penyelidikan Terkait Meninggalnya Bambang Masih Berlanjut

Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Yusril Ihza Mahendra, mengimbau masyarakat untuk tidak terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi mengenai kericuhan setel...

T
Theresia Okta Anindya
30 August 2026 15 pembaca
Ilustrasi salat jenazah. ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO
Ilustrasi salat jenazah. ANTARA FOTO/ARI BOWO SUCIPTO

Jakarta, CNN Indonesia -- Yusril Ihza Mahendra, sebagai Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, meminta masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terkonfirmasi terkait kericuhan yang terjadi setelah demonstrasi pada 27 Agustus 2026 di Pejompongan, Jakarta Pusat. Ia menjelaskan bahwa Polda Metro Jaya saat ini masih melakukan penyelidikan terhadap sejumlah insiden yang terjadi pasca aksi demonstrasi, termasuk tewasnya seorang warga bernama Bambang Setiawan dan penganiayaan yang menimpa seorang siswa kelas 12 bernama Faturrohman.

Penyelidikan Masih Berlangsung

Yusril menyatakan, "Polda Metro Jaya kini sedang melakukan penyelidikan atas tewasnya Bambang dan penganiayaan terhadap Faturrohman. Belum ada kesimpulan yang dapat diambil mengenai siapa pelaku dan pihak yang bertanggung jawab atas kedua peristiwa tersebut," dalam keterangannya di Jakarta pada Minggu (30/8).

Menurutnya, penyelidikan ini bertujuan untuk mengungkap rangkaian kejadian secara menyeluruh, termasuk mengidentifikasi pihak-pihak yang terlibat dalam tindakan kekerasan tersebut. "Pendalaman sedang dilakukan untuk sampai pada kesimpulan siapa yang menyuruh, siapa yang menggerakkan, dan siapa yang melakukan penganiayaan. Terhadap mereka yang berdasarkan bukti terbukti bertanggung jawab, tentu akan diambil langkah penegakan hukum yang tegas," tambahnya.

Imbauan untuk Masyarakat

Yusril menegaskan bahwa aparat penegak hukum belum dapat menyimpulkan adanya keterlibatan individu, kelompok, atau organisasi tertentu dalam insiden ini. Pernyataan ini disampaikan menyusul munculnya berbagai tuduhan di media sosial yang mengaitkan kericuhan dengan kelompok tertentu. "Aparat penegak hukum tidak menuduh siapa pun yang terlibat dalam aksi penganiayaan, baik perorangan, kelompok, maupun ormas tertentu. Karena itu, saya meminta masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi," ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa insiden yang menyebabkan meninggalnya Bambang dan penganiayaan terhadap Faturrohman terjadi setelah para demonstran meninggalkan Gedung DPR dan dalam situasi bentrokan antarkelompok warga di Pejompongan. Oleh karena itu, Yusril meminta agar masyarakat tidak menjadikan peristiwa ini sebagai alasan untuk melakukan aksi balasan atau kekerasan lebih lanjut. "Saya mengajak seluruh komponen masyarakat untuk tetap tenang. Saya berterima kasih dan mengapresiasi para pendemo yang datang dari Pati dan daerah-daerah lain, serta para mahasiswa yang telah melakukan demonstrasi secara damai," katanya.

Yusril berharap aparat penegak hukum segera mendapatkan bukti dan fakta yang cukup untuk mengungkap pelaku serta memproses pihak-pihak yang terbukti melakukan tindak pidana sesuai dengan hukum yang berlaku. "Jangan sampai peristiwa yang sedang diselidiki ini kemudian memicu kericuhan atau kekerasan lanjutan. Kita serahkan prosesnya kepada aparat penegak hukum dan mari kita bersama-sama menjaga ketenangan serta ketertiban masyarakat," tutupnya.

// Artikel Terkait