Seorang pengunjung pusat perbelanjaan di Tulungagung, Jawa Timur, berinisial BNW (39) meninggal dunia setelah meninggalkan wahana rumah hantu yang terletak di area parkir mal pada Rabu sore, 29 Juli. Polisi saat ini sedang menyelidiki penyebab pasti dari kematian korban.
Korban yang merupakan warga Desa Beji, Kecamatan Boyolangu, Kabupaten Tulungagung, masuk ke wahana sekitar pukul 14.30 WIB dan keluar lima menit kemudian. Menurut Ipda Hendra Endy Purwanto, perwira pengendali Pamapta Polres Tulungagung, “Korban memasuki wahana sekitar pukul 14.30 WIB. Lima menit kemudian, korban sudah keluar dari area rumah hantu seperti pengunjung lainnya,” jelasnya.
Insiden Setelah Keluar dari Wahana
Setelah keluar dari wahana, korban sempat duduk di kursi yang berada dekat pintu keluar. Namun, saat berdiri, ia tiba-tiba terjatuh. Pengunjung lain dan petugas di lokasi segera memberikan pertolongan pertama dan menghubungi tenaga medis, tetapi nyawa korban tidak dapat diselamatkan. “Setelah duduk, korban berdiri. Tidak lama kemudian terjatuh,” tambah Hendra.
Tim Inafis Polres Tulungagung bersama petugas medis dari RSUD dr Iskak melakukan olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan awal terhadap jasad korban. Dari hasil visum luar, ditemukan luka di pelipis kiri yang diduga disebabkan oleh benturan saat korban terjatuh, serta satu gigi yang patah. Namun, polisi menegaskan bahwa luka tersebut belum dapat dipastikan sebagai penyebab kematian.
Riwayat Kesehatan Korban
Penyelidikan juga mengungkapkan bahwa korban memiliki riwayat kesehatan hipertensi. Keluarga menyatakan bahwa korban pernah pingsan beberapa kali akibat tekanan darah tinggi saat menjalankan ibadah haji. Setelah pulang dari tanah suci, ia sering mengeluhkan jantung berdebar ketika mendengar suara keras, seperti suara knalpot atau mesin motor yang digas. “Menurut keterangan ibu kandungnya, saat haji korban pernah pingsan cukup lama. Setelah pulang juga kalau mendengar suara keras, misalnya knalpot atau motor digas, sering merasa berdebar,” ungkap Hendra.
Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan memutuskan untuk tidak melakukan autopsi. Sementara itu, polisi masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk pihak pengelola wahana, untuk mendalami penyebab kematian korban. “Untuk sementara wahana rumah hantu ditutup guna kepentingan penyelidikan. Kami juga masih melakukan klarifikasi terhadap pihak pengelola,” tutup Hendra.