Sunday, 06 September 2026
Peristiwa

Penutupan Bandara Soekarno-Hatta Berdampak pada 22.798 Penumpang

Sebanyak 22.798 penumpang mengalami dampak akibat penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta yang disebabkan oleh penyebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Penanganan terhadap p...

G
Gilang Bagas Baskara
06 September 2026 5 pembaca
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

JAKARTA — Penutupan sementara Bandara Internasional Soekarno-Hatta mengakibatkan 22.798 penumpang terdampak, akibat sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara memastikan bahwa petugas bandara dan maskapai berupaya memberikan penanganan yang diperlukan kepada penumpang selama operasional bandara ditutup.

Penanganan Penumpang Selama Penutupan

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyatakan bahwa petugas fokus untuk memberikan informasi secara berkala serta memastikan kebutuhan penumpang selama mereka berada di bandara. "Fokus utama seluruh petugas bandara dan maskapai saat ini adalah memberikan informasi secara berkala, memastikan ketersediaan ruang tunggu, serta memberikan penanganan sesuai prosedur," ujarnya dalam pernyataan resmi pada Ahad (6/9/2026).

Detail Penutupan dan Dampaknya

Penutupan operasional Bandara Soekarno-Hatta dilakukan berdasarkan NOTAM Nomor A3341/26 yang berlaku sejak pukul 01.30 hingga 09.30 WIB. Keputusan ini diambil setelah hasil tes awal pada pukul 00.35 hingga 01.05 WIB menunjukkan adanya sebaran abu vulkanik. Hasil tes terbaru yang dilakukan oleh Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta pada pukul 06.05 hingga 06.35 WIB juga menunjukkan indikasi sebaran abu vulkanik di area bandara, yang menyebabkan perpanjangan penutupan hingga pukul 09.30 WIB sesuai dengan NOTAM Nomor A3344/26.

Lukman menambahkan bahwa Ditjen Perhubungan Udara juga memperhatikan pemulihan jadwal penerbangan setelah kondisi memungkinkan. Penutupan bandara ini berpotensi menyebabkan dampak berantai terhadap rotasi pesawat, ketersediaan armada, jadwal penerbangan berikutnya, hingga kapasitas terminal. "Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan. Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional," tutupnya.

Calon penumpang terlihat berada di konter lapor diri di Terminal 2 keberangkatan Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, pada Ahad (6/9/2026). Berdasarkan Notice To Airmen (NOTAM) yang dikeluarkan oleh AirNav Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta ditutup sementara untuk semua aktivitas penerbangan akibat indikasi sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau.

// Artikel Terkait