JAKARTA, iNews.id – Perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) telah mengubah cara manusia dalam bekerja, belajar, dan mengambil keputusan. Dalam konteks ini, kemampuan berpikir kritis menjadi sangat penting. Di tengah kemajuan teknologi yang pesat, berpikir kritis kini dianggap sebagai bekal utama yang harus dimiliki oleh generasi muda sejak usia dini.
Laporan Future of Jobs Report 2025 yang dirilis oleh World Economic Forum (WEF) memprediksi bahwa AI dan kemajuan teknologi akan mengubah sekitar 86 persen model bisnis di seluruh dunia. Transformasi ini diperkirakan akan menciptakan sekitar 170 juta lapangan pekerjaan baru, tetapi juga akan menghilangkan sekitar 92 juta jenis pekerjaan yang ada saat ini.
Keterampilan yang Diperlukan di Era AI
Perubahan yang terjadi membuat kebutuhan di dunia kerja tidak lagi hanya berfokus pada kemampuan akademik. Keterampilan seperti berpikir kritis, kreativitas, kemampuan menyelesaikan masalah, dan kemampuan beradaptasi dengan perubahan menjadi kompetensi yang paling dicari di era kecerdasan buatan.
Tantangan bagi Pelajar Indonesia
Sayangnya, kesiapan pelajar Indonesia dalam aspek berpikir kritis masih menghadapi tantangan. Berdasarkan hasil PISA Creative Thinking 2022, hanya sekitar 5 persen siswa Indonesia yang berhasil mencapai level tertinggi dalam kemampuan berpikir kreatif. Angka ini jauh tertinggal dibandingkan dengan rata-rata negara anggota OECD yang mencapai 27 persen.