Unnati Hooda memulai debutnya di Kejuaraan Dunia BWF dengan meraih kemenangan dua set langsung pada hari Selasa. Namun, momen paling berkesan bagi pebulutangkis berusia 18 tahun asal India ini adalah saat ia mengenang pengorbanan ayahnya, Upkar Hooda, yang telah meninggalkan karirnya untuk mendukung perjalanan bulu tangkis putrinya.
Dalam pertandingan putaran pertamanya di New Delhi, Unnati berhasil mengalahkan Thet Htar Thuzar dari Myanmar dengan skor 22-20, 21-16. Selanjutnya, ia akan berhadapan dengan unggulan ke-13, Michelle Li dari Kanada. Setelah pertandingan, Unnati langsung memikirkan ayahnya, mantan pemain bulu tangkis tingkat universitas yang meninggalkan pekerjaannya di perguruan tinggi negeri untuk mendampingi putrinya sepenuh waktu. "Saya tidak dipaksa (untuk bermain bulu tangkis). Tentu saja, ada kontribusi besar dari keluarga saya dan ayah saya. Dia juga berhenti dari pekerjaannya. Jadi saya tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata betapa besar kontribusinya kepada saya, tetapi ya, saya sangat bersyukur memiliki keluarga hebat yang sangat mendukung saya," ungkap Unnati.
Peran Ayah dalam Perjalanan Karir Unnati
Ayah Unnati juga hadir di bangku cadangan saat ia melakukan debut di Kejuaraan Dunia, terus memberikan bimbingan meskipun Unnati telah pindah ke Akademi Bulu Tangkis Stadion Chhotu Ram di Rohtak untuk berlatih dengan pelatih Parvesh Kumar. Ketika ditanya mengenai siapa yang mendukungnya di sisi lapangan, Unnati menjawab, "Bukan, itu ayah saya. Saat ini, saya berlatih bersamanya, ayah saya."
Kepastian Diri Unnati Setelah Kemenangan Temannya
Unnati Hooda menunjukkan keberanian saat menghadapi tantangan di panggung besar dalam karirnya yang masih muda. Kemenangan mengejutkan Ayush Shetty atas pemain peringkat satu dunia, Shi Yu Qi, pada hari Senin, semakin memperkuat keyakinannya bahwa pemain bulu tangkis India memiliki kemampuan untuk bersaing dengan yang terbaik. "Momen yang sangat istimewa (Kejuaraan Dunia pertama). Saya hanya ingin fokus pada permainan saya besok. Saya hanya ingin memberikan yang terbaik, 100 persen, dan berada di sana serta menikmatinya karena ini akan menjadi pertandingan yang bagus," jelasnya.
Unnati menambahkan, "Dia (Shetty) adalah teman baik saya dan dia bermain sangat bagus kemarin. Dan dia jelas menang melawan unggulan nomor satu di sini. Jadi itu benar-benar memberi semua orang kepercayaan diri untuk mengingat siapa diri Anda dan memberikan yang terbaik. Di lapangan, hanya ada satu lawan satu dan siapa pun bisa kalah dan siapa pun bisa menang. Jadi percayalah pada diri sendiri."