Jakarta, BNN menggelar operasi penggerebekan di Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara pada hari Kamis, 13 Agustus, berkaitan dengan dugaan kasus narkoba. Dalam proses penggerebekan ini, petugas menghadapi perlawanan dari sekelompok massa yang berada di lokasi, yang berdampak pada perjalanan kereta rel listrik (KRL).
Video yang diunggah oleh akun Instagram @jakut.info menunjukkan penumpang yang terjebak di Stasiun Tanjung Priok akibat keterlambatan kereta. Dalam keterangan yang disampaikan, disebutkan bahwa perjalanan KRL mengalami penundaan karena adanya penegakan hukum terkait penyisiran narkoba di wilayah tersebut.
Keterlambatan Perjalanan KRL
Leza Arlan, Manajer Public Relations KAI Commuter, menjelaskan bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh kerumunan warga di sekitar jalur rel, yang menghalangi kereta yang hendak memasuki Stasiun Tanjung Priok sekitar pukul 06.20 WIB. Ia menambahkan bahwa pada pukul 07.01 WIB, petugas berhasil mengamankan jalur rel dan perjalanan Commuter Line dapat dilanjutkan.
Akibat insiden ini, empat perjalanan Commuter Line Tanjung Priok mengalami keterlambatan antara 16 hingga 30 menit, dengan total waktu keterlambatan mencapai 90 menit. Leza mengimbau kepada semua pengguna untuk selalu memprioritaskan keselamatan dan mengikuti arahan dari petugas yang ada di lapangan.
Perlawanan dari Jaringan Narkoba
Dalam rekaman yang beredar, tampak anggota BNN dan Brimob berjaga dengan perlengkapan lengkap, termasuk rompi antipeluru dan helm. Jaringan narkoba yang terlibat melawan dengan melemparkan petasan dan mercon kepada petugas, yang kemudian membalas dengan tembakan gas air mata.
Brigjen Roy Hardy Siahaan, Direktur Penindakan dan Pengejaran BNN, mengonfirmasi bahwa penggerebekan ini berawal dari pengejaran terhadap seorang bos narkoba berinisial MR di Kampung Bahari. "Awalnya kita tangkap bosnya ini di sekitar Kampung Bahari, kemudian kita bawa ke dalam untuk pengembangan," ungkap Roy.
Setelah membawa MR ke Kampung Bahari untuk menunjukkan lokasi penyimpanan narkoba, petugas diserang oleh para loyalisnya. "Tetapi kemudian ada perlawanan dari mereka, anggota ditembaki mercon. Kemudian kita adang dan antisipasi, kita pukul mundur mereka," jelasnya.