Tuesday, 03 November 2026
Peristiwa

Pencarian Dua Wisatawan Korban Longsor di Badung Diperpanjang

Proses pencarian dan evakuasi dua wisatawan yang hilang akibat tanah longsor di Pelaga Eco Park, Badung, Bali, masih berlangsung dengan dukungan penuh dari Kapolda Bali.

I
Ilham Fadli Akbar
03 November 2026 1 pembaca
Foto: Antara/Agus Bebeng
Foto: Antara/Agus Bebeng

Kapolda Bali Irjen Pol. Pasma Royce menginstruksikan agar pencarian dan evakuasi terhadap dua korban tanah longsor di Pelaga Eco Park, Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung, Bali, dapat dimaksimalkan hingga kedua korban ditemukan. Instruksi ini disampaikan Kapolda saat meninjau langsung lokasi pencarian pada Senin (2/11/2026).

“Kita berharap kondisi cuaca mendukung, sehingga pelaksanaan pencarian dan evakuasi dapat berjalan dengan lancar. Seluruh personel sudah bekerja keras sejak kejadian, dan upaya pencarian akan terus kita maksimalkan,” ungkapnya.

Proses Pencarian yang Intensif

Sejak terjadinya longsor pada Ahad (1/11/2026) sekitar pukul 23.00 WITA, tim gabungan telah melakukan pencarian dengan menyisir area sekitar lokasi bencana. Untuk meningkatkan efektivitas pencarian, personel dibagi menjadi tiga tim evakuasi berdasarkan sektor yang telah ditentukan. Operasi ini melibatkan 123 personel dari berbagai instansi dan masyarakat setempat.

Tim yang terlibat terdiri dari Basarnas Bali sebanyak 10 orang, SAR Brimob 10 orang, SAR Polda Bali 10 orang, Polres Badung 25 orang, dan Polsek Petang 20 orang. Selain itu, terdapat juga enam personel dari Damkar Badung, 10 orang dari BPBD Badung, 12 orang dari BPBD desa, serta 20 warga masyarakat Bukit Munduk Tiying, Desa Pelaga. Berbagai alat pendukung seperti alat berat, cangkul, sekop, kapak, dan sepatu bot juga dikerahkan untuk membantu proses pencarian dan penanganan material longsor.

Tantangan dalam Pencarian

Kapolda menekankan pentingnya kolaborasi dan koordinasi antara semua pihak yang terlibat agar pencarian dapat berjalan dengan optimal. Pembagian sektor pencarian, dukungan peralatan, serta kesiapan personel diharapkan dapat mempercepat upaya menemukan kedua korban. Tim Polda Bali melaporkan bahwa kondisi geografis yang berbukit dan dekat dengan aliran sungai menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

Material longsor yang menutupi sebagian akses jalan menuju lokasi juga menyulitkan mobilisasi personel dan peralatan. Oleh karena itu, Kapolda Pasma Royce meminta agar semua personel tetap waspada terhadap kemungkinan longsor susulan dan perubahan debit air sungai. Dalam pemantauan tersebut, Kapolda didampingi oleh Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa dan sejumlah pejabat utama Polda Bali.

Hingga Senin (2/11/2026) malam, pencarian dan evakuasi masih terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan seluruh personel serta memaksimalkan upaya penyisiran di kawasan yang terdampak longsor. Identitas kedua korban yang hilang hingga saat ini belum diketahui.

Longsor di Eco Park Pelaga terjadi akibat cuaca ekstrem dengan hujan lebat yang mengguyur kawasan tersebut. Basarnas Bali telah mengirimkan satu tim rescue untuk mengevakuasi dua pengunjung yang diduga tertimbun material longsor. “Kami sudah memberangkatkan sembilan personel tim rescue dari pos Jimbaran menuju lokasi kejadian setelah menerima laporan resmi pada pukul 06.10 Wita,” kata Kepala Kantor Basarnas Bali I Nyoman Sidakarya.

Menurut laporan, longsor terjadi mendadak dan menimbun salah satu unit penginapan yang sedang digunakan oleh dua orang pengunjung. Dari data sementara, satu korban yang berhasil diidentifikasi adalah Bangkit Mubarok (30), seorang warga negara Indonesia. Sementara itu, identitas pengunjung lainnya masih belum diketahui.

Upaya pencarian awal oleh pengelola glamping bersama BPBD Kabupaten Badung dan pihak terkait lainnya terpaksa dihentikan karena cuaca buruk dan akses jalan yang curam. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini mengenai potensi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah tersebut. Dengan kondisi yang berbahaya, pengelola penginapan akhirnya meminta bantuan Basarnas untuk melakukan pencarian dan penanganan teknis SAR.

Basarnas Bali menegaskan bahwa proses pencarian dan pertolongan akan terus dilakukan dengan memperhatikan perkembangan cuaca dan keselamatan personel di lapangan. “Proses pencarian dan pertolongan akan kami optimalkan penuh dengan tetap memprioritaskan keselamatan personel tim SAR di lapangan,” tutup Nyoman Sidakarya.

// Artikel Terkait