Sunday, 19 July 2026
Hukum & Kriminal

Pemakaman Korban Bentrok di Adonara Dilaksanakan

Dua dari tiga korban yang tewas akibat bentrokan di Adonara, NTT, telah dimakamkan pada Sabtu, 18 Juli. Jenazah korban lainnya juga telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.

P
Putri Ayunda Lestari
19 July 2026 18 pembaca
Dua dari tiga korban tewas akibat bentrokan berdarah di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT telah dimakamkan, Sabtu (18/7). CNN Indonesia/Elly
Dua dari tiga korban tewas akibat bentrokan berdarah di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, NTT telah dimakamkan, Sabtu (18/7). CNN Indonesia/Elly

Kupang, CNN Indonesia -- Pada hari Sabtu, 18 Juli, dua dari tiga korban yang kehilangan nyawa dalam bentrokan berdarah di Kecamatan Adonara Timur, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, telah dimakamkan. Kedua jenazah tersebut adalah Nayamudin Iskandar (21) dari Desa Waiburak dan Petrus Kopong Epit dari Desa Narasaosina, yang tewas dalam insiden tersebut pada pagi hari yang sama.

Wakapolres Flores Timur, Kompol Ketut Mastina, mengonfirmasi kejadian ini saat dihubungi pada malam hari. "Sudah dua korban (meninggal) yang dimakamkan oleh keluarga pada hari ini," ungkapnya.

Proses Evakuasi Jenazah

Selain itu, jenazah korban lainnya, yaitu Hope (60) dari Desa Narasaosina, yang sebelumnya terhalang saat proses evakuasi, kini telah diserahkan kepada pihak keluarganya. "Yang korban satunya sudah diserahkan kepada pihak keluarga oleh Forkopimda didampingi oleh personil kepolisian dan TNI kepada keluarga," kata Ketut.

Rencananya, jenazah Hope akan dimakamkan pada hari Minggu, 19 Juli. Sebelumnya, jenazahnya tergeletak di tengah jalan Desa Waiburak dan menjadi perhatian masyarakat. Jenazah yang diduga tewas akibat serangan saat bentrokan tersebut baru bisa dievakuasi ke Rumah Sakit Pratama Adonara Timur setelah dilakukan pendekatan dan negosiasi oleh Forkopimda dan aparat kepolisian dengan tokoh-tokoh setempat.

Keamanan Pasca-Bentrokan

Setelah dievakuasi, jenazah tersebut langsung dibawa ke Rumah Sakit Pratama Adonara untuk diserahkan kepada keluarga. Situasi keamanan di lokasi bentrokan kini telah kembali kondusif. Namun, untuk mencegah terjadinya bentrokan susulan, ratusan aparat TNI dan Polri masih disiagakan di area tersebut.

Ketut menjelaskan bahwa ada tiga pos pengamanan yang ditempati oleh personil gabungan TNI/Polri, yaitu di Pos Susteran, Pos Dusun Bele Desa Waiburak, dan Pos Desa Narasaosina. Bentrokan yang terjadi pada Sabtu pagi sekitar pukul 06.30 WITA itu telah merenggut tiga nyawa, membakar 20 rumah, dan menyebabkan tujuh orang mengalami luka-luka. Dari tujuh yang terluka, dua orang dirujuk ke RSUD Larantuka, sedangkan dua lainnya dievakuasi ke Lewoleba, Kabupaten Lembata.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait penyebab bentrokan antara dua kelompok pemuda dari Desa Narasaosina dan Desa Waiburak tersebut.

// Artikel Terkait