Tuesday, 13 October 2026
Peristiwa

Mendorong Peran Museum dalam Memelihara Identitas Bangsa

Asosiasi Museum Indonesia (AMI) mengajak masyarakat untuk memanfaatkan Hari Museum Indonesia pada 12 Oktober 2026 sebagai kesempatan untuk memperkuat peran museum dalam melestarikan budaya dan identit...

S
Saraswati Indira Alika
12 October 2026 8 pembaca
Foto: Republika/Prayogi
Foto: Republika/Prayogi

Asosiasi Museum Indonesia (AMI) mengundang masyarakat untuk menjadikan Hari Museum Indonesia yang jatuh pada 12 Oktober 2026 sebagai momen penting dalam memperkuat fungsi museum dalam menjaga kepribadian bangsa serta melestarikan kebudayaan Nusantara. Museum seharusnya tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, tetapi juga sebagai lokasi pembelajaran mengenai perjalanan sejarah dan peradaban Indonesia.

Ketua Umum AMI, Putu Supadma Rudana, menekankan bahwa museum memiliki peran yang sangat penting dalam merawat identitas bangsa melalui pelestarian warisan budaya yang ditinggalkan oleh nenek moyang. Oleh karena itu, dia mengajak masyarakat untuk lebih dekat dengan museum agar kekayaan sejarah dan budaya Indonesia dapat dipahami dan diwariskan kepada generasi mendatang. "Museum memiliki peran strategis menjadi soko guru bangsa dalam mengawal kepribadian bangsa. Menghargai museum berarti turut menghargai perjalanan sejarah dan peradaban yang diwariskan para leluhur," ungkap Putu.

Mendorong Kebanggaan Terhadap Budaya Nusantara

Dengan tema "Museum di Hatiku – Sehati Museum", AMI berupaya untuk memperkuat rasa bangga masyarakat terhadap kebudayaan Nusantara. Kekayaan budaya ini mencakup berbagai peninggalan sejarah dari berbagai zaman, seni pertunjukan, kuliner, bahasa, adat istiadat, wastra, hingga sastra. Putu menilai bahwa kekayaan sejarah dan budaya tersebut merupakan modal penting untuk memperkenalkan Indonesia kepada dunia. Museum dapat berfungsi sebagai arena untuk memamerkan warisan peradaban serta memperdalam pemahaman masyarakat tentang keragaman budaya yang ada di Indonesia.

Pemerintah juga menunjukkan perhatian terhadap pengembangan museum, salah satunya melalui revitalisasi Museum Kesaktian Pancasila yang terletak di Lubang Buaya, Jakarta Timur, yang diresmikan oleh Presiden Prabowo Subianto pada 1 Oktober 2026. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menyatakan bahwa Presiden menginginkan agar museum sejarah senantiasa dirawat, dilindungi, dan diperbaharui. Museum diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga sebagai pusat edukasi dan ruang untuk menjaga memori kolektif bangsa.

Revitalisasi dan Kolaborasi untuk Memajukan Permuseuman

Kementerian Kebudayaan juga melakukan revitalisasi museum, pemugaran situs cagar budaya, serta penataan keraton Nusantara di lebih dari 200 lokasi pada tahun 2026. Fadli menjelaskan bahwa renovasi Museum Kesaktian Pancasila mencakup pembaruan narasi sejarah, alur cerita, tata pamer, serta penambahan teknologi digital dan pengalaman imersif. Pembaruan ini bertujuan agar penyajian sejarah menjadi lebih lengkap dan relevan bagi masyarakat.

AMI memberikan apresiasi atas perhatian pemerintah terhadap pelestarian museum dan cagar budaya. Putu menegaskan bahwa upaya untuk memajukan permuseuman memerlukan kolaborasi antara pemerintah, pengelola museum, komunitas, akademisi, dunia usaha, media, dan masyarakat. "Hari museum merupakan momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam memajukan kebudayaan nasional," kata Putu. Ia juga mengajak masyarakat untuk memuliakan warisan leluhur melalui museum, yang seharusnya dipandang sebagai ruang yang menghubungkan masyarakat dengan sejarah dan akar identitas bangsa.

Sejarah permuseuman di Indonesia dimulai dengan pendirian Museum Nasional pada 24 April 1778 oleh Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen. Sejumlah museum bersejarah lainnya juga didirikan, seperti Museum Radya Pustaka di Surakarta pada 1890, Museum Bali pada 1932, dan Museum Sonobudoyo di Yogyakarta pada 1935. Gagasan untuk menetapkan Hari Museum Indonesia muncul dari Musyawarah Museum se-Indonesia pertama yang diadakan di Yogyakarta pada 12–14 Oktober 1962. Tanggal 12 Oktober kemudian diusulkan sebagai Hari Museum Indonesia dalam pertemuan permuseuman di Malang pada 26–28 Mei 2015, dan peringatan pertama kali dilakukan pada tahun 2016. Penetapan ini kemudian diperkuat melalui keputusan Menteri Kebudayaan pada tahun 2025.

// Artikel Terkait