Saturday, 18 July 2026
Peristiwa

Membangun Konektivitas Transportasi Jakarta dari Manggarai ke JIS

Pengembangan transportasi publik di Jakarta kini fokus pada integrasi antar moda, dengan Manggarai sebagai salah satu simpul baru yang akan menghubungkan berbagai jalur transportasi, termasuk LRT dan...

F
Farhan Hakim
17 July 2026 30 pembaca
Foto: Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai

Jakarta sedang berupaya mengembangkan sistem transportasi publik yang lebih terintegrasi, dengan tujuan untuk memastikan setiap moda transportasi saling terhubung dan memudahkan perjalanan masyarakat. Salah satu langkah penting dalam pengembangan ini adalah perpanjangan jalur LRT Jakarta hingga ke Manggarai, yang akan meningkatkan akses dari Jakarta Utara menuju pusat kota.

Progres Pembangunan LRT Jakarta

Koridor LRT Jakarta yang menghubungkan Pegangsaan Dua dengan Manggarai telah mencapai 95 persen penyelesaian. Jalur sepanjang 12,2 kilometer ini terdiri dari 11 stasiun, termasuk lima stasiun baru yang dibangun di Rawamangun, Pramuka, Kayu Manis, Matraman, dan Manggarai. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa semua pekerjaan pengangkatan girder telah selesai, dan saat ini fokus pada penyelesaian rel dari Matraman menuju Manggarai, yang ditargetkan rampung pada akhir Juli 2026.

“LRT Jakarta ini sepenuhnya dikelola oleh Pemprov DKI Jakarta melalui PT Jakpro yang memiliki anak perusahaan, yaitu PT LRT Jakarta. Saat ini progresnya sudah sekitar 95 persen,” jelas Pramono setelah meninjau kesiapan operasional di Stasiun LRT Rawamangun, Jakarta Timur. Koridor ini direncanakan akan diresmikan pada Agustus 2026, dengan waktu tempuh dari Pegangsaan Dua menuju Manggarai sekitar 28 menit.

Konektivitas yang Ditingkatkan

Dengan hadirnya jalur baru ini, masyarakat yang sebelumnya menghadapi kemacetan saat bepergian dari utara menuju pusat Jakarta kini memiliki alternatif transportasi yang lebih efisien. “Selama ini perjalanan dari wilayah utara menuju pusat kota sering menghadapi kemacetan yang luar biasa. Dengan hadirnya LRT Jakarta, konektivitas akan semakin baik dan masyarakat memiliki pilihan transportasi publik yang lebih nyaman,” tambah Pramono.

Manggarai dipilih sebagai simpul transportasi karena sudah menjadi titik pertemuan utama bagi KRL Commuter Line dan Kereta Api Bandara. Dengan masuknya LRT Jakarta, peran Manggarai sebagai pusat transportasi akan semakin kuat. Semua stasiun di koridor ini juga dirancang untuk terhubung dengan Transjakarta, sehingga penumpang dapat berpindah moda tanpa harus menempuh perjalanan tambahan yang jauh.

Koridor ini diproyeksikan akan melayani antara 60 ribu hingga 80 ribu penumpang per hari secara bertahap, dengan setiap rangkaian kereta memiliki kapasitas maksimal 275 penumpang. Total investasi untuk pembangunan ini mencapai Rp12,5 triliun, yang mencakup jalur rel, stasiun, prasarana, dan fasilitas penunjang. “Kami berharap pada Agustus nanti LRT ini dapat diresmikan oleh Bapak Presiden. Ini akan menjadi milestone yang mengubah wajah Jakarta karena memperkuat konektivitas transportasi publik,” ungkap Pramono.

Perpanjangan Jalur ke Dukuh Atas

Pengembangan jaringan LRT tidak akan berhenti di Manggarai. Pemprov DKI berencana untuk memperpanjang jalur hingga Dukuh Atas sepanjang sekitar dua kilometer, dengan pembangunan yang direncanakan dimulai pada awal 2027 dan ditargetkan selesai pada 2028. Anggaran yang disiapkan diperkirakan sekitar Rp2,7 triliun dari APBD DKI Jakarta.

Perpanjangan ini akan membawa LRT Jakarta masuk ke kawasan transit terpadat di ibu kota, yang saat ini sudah dilayani oleh MRT Jakarta, LRT Jabodebek, KRL Commuter Line, Kereta Bandara Soekarno-Hatta, dan Transjakarta. “Kalau nanti tersambung sampai Dukuh Atas, seluruh jaringan akan benar-benar terintegrasi. Ini akan menjadi wajah baru transportasi Jakarta sekaligus memperkuat konektivitas dengan MRT, KRL, Transjakarta, hingga Kereta Cepat Whoosh pada tahap pengembangan berikutnya,” kata Pramono.

Integrasi tidak hanya bergantung pada keberadaan moda transportasi, tetapi juga harus memastikan perpindahan penumpang nyaman, aman, dan mudah dijangkau. Oleh karena itu, Pemprov DKI merencanakan pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas yang ditargetkan selesai akhir 2028. Infrastruktur ini akan menghubungkan enam moda transportasi, termasuk LRT Jakarta, dan dirancang untuk mempermudah perpindahan serta meningkatkan keselamatan pejalan kaki.

Membuka Akses ke Kawasan Baru

Di Jakarta Utara, penguatan transportasi publik juga dilakukan melalui aktivasi Stasiun KRL JIS dan pembukaan akses menuju Ancol. Infrastruktur Terpadu JIS–Ancol diresmikan pada 22 Juni 2026, mencakup Stasiun KRL JIS, Jembatan Penyeberangan Orang, dan Gerbang Ancol. Kehadiran infrastruktur ini membuka akses baru menuju Jakarta International Stadium, terutama saat ada pertandingan, konser, atau acara besar lainnya.

JIS dan Ancol saling melengkapi, dengan JIS sebagai pusat olahraga dan hiburan, sementara Ancol merupakan kawasan wisata utama Jakarta. “Konektivitas antara JIS, Ancol, dan transportasi publik menjadi langkah penting dalam mewujudkan Jakarta yang lebih modern dan nyaman,” ujar Pramono. Ia menilai bahwa integrasi ini akan memberikan lebih banyak pilihan perjalanan bagi warga tanpa bergantung pada kendaraan pribadi.

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menyatakan bahwa Stasiun KRL JIS mulai melayani penumpang sejak 22 Juni 2026 dan akan dikembangkan menjadi stasiun permanen. “Per hari ini stasiun ini sudah aktif dan dapat melayani penumpang. Waktu tempuh dari ujung ke ujung kurang lebih 15 menit, sedangkan menuju Kota sekitar 10 menit,” kata Dudy. Aktivasi Stasiun JIS, pengembangan LRT hingga Manggarai, serta integrasi enam moda di Dukuh Atas menunjukkan arah baru transportasi Jakarta yang semakin terhubung.

// Artikel Terkait