Friday, 30 October 2026
Peristiwa

Media Diharapkan Utamakan Akurasi dalam Pemberitaan

Kredibilitas dan akurasi dalam pemberitaan menjadi fokus utama bagi perusahaan dalam memilih mitra media, bukan hanya jangkauan pembaca. Media diharapkan memperkuat verifikasi informasi agar tidak ter...

T
Theresia Okta Anindya
30 October 2026 10 pembaca
Foto: AMSI
Foto: AMSI

Kredibilitas serta akurasi dalam pemberitaan menjadi pertimbangan utama bagi perusahaan saat memilih mitra media, bukan hanya berdasarkan seberapa luas jangkauan pembaca. Dalam era digital yang ditandai dengan cepatnya penyebaran informasi, media dituntut untuk meningkatkan proses verifikasi agar berita yang disampaikan tidak hanya mengikuti tren viral di media sosial.

Pentingnya Hubungan Media dan Perusahaan

Arya Dwi Paramita, Corporate Secretary PT Pertamina, menyatakan bahwa hubungan antara perusahaan dan media tidak hanya terbatas pada kebutuhan publikasi. Media juga berfungsi sebagai mitra yang memberikan kritik dan masukan yang konstruktif untuk mendorong perbaikan dalam kinerja perusahaan.

Contoh Kasus dan Perlunya Verifikasi

Dalam diskusi yang berlangsung di Indonesia Digital Media Conference (IDMC) 2026 di Surabaya, Arya menjelaskan bahwa kredibilitas tetap menjadi faktor penting dalam menjalin kemitraan dengan media, meskipun jangkauan pemberitaan juga memiliki nilai. Ia memberikan contoh mengenai isu dugaan pencampuran air dalam bahan bakar Pertalite yang sempat viral di media sosial. Informasi tersebut menyebar sebelum Pertamina menyelesaikan pemeriksaan, yang kemudian memicu keluhan masyarakat.

Arya menambahkan bahwa hasil pengujian laboratorium menunjukkan bahwa Pertalite yang didistribusikan memenuhi standar yang berlaku. Kasus ini menegaskan pentingnya melakukan verifikasi sebelum informasi yang beredar di media sosial disampaikan kepada publik sebagai fakta. “Ketika viralitas sering menjadi kompas pemberitaan, kami selalu merindukan praktik ‘check and balance’ dalam setiap pemberitaan,” ungkap Arya.

Menurutnya, pemberitaan di sektor energi harus dilakukan dengan cermat karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat, kinerja pemerintah, serta ketahanan energi nasional. Media diharapkan dapat membedakan antara informasi yang telah terverifikasi dengan persepsi atau dugaan yang masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Di sisi lain, Arya menegaskan bahwa Pertamina tetap terbuka terhadap kritik dan masukan, termasuk yang disampaikan melalui media sosial. Kritik tersebut dapat dijadikan bahan evaluasi bagi perusahaan, sementara independensi, akurasi, dan keberimbangan dalam pemberitaan sangat diperlukan untuk menjaga kepercayaan publik.

IDMC 2026 diselenggarakan oleh Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) pada 28-29 Oktober 2026 di Shangri-La Hotel, Surabaya. Konferensi ini mengangkat tema “Media Reborn: Reinventing News Media in the Era of AI & Content Creator” dan membahas berbagai tantangan yang dihadapi oleh industri media digital, termasuk kredibilitas berita di tengah perkembangan kecerdasan buatan dan kreator konten. Pertamina turut mendukung penyelenggaraan IDMC 2026 bersama sejumlah perusahaan dan lembaga lainnya, sebagai bagian dari keterlibatan berbagai pemangku kepentingan dalam forum yang membahas keberlanjutan industri media digital di Indonesia.

// Artikel Terkait