Friday, 28 August 2026
Peristiwa

Massa Pengendara Motor Provokasi di Pejompongan

Setelah pembubaran aksi di depan Gedung DPR, sekelompok massa bersepeda motor melakukan provokasi di sekitar Pejompongan, Jakarta. Beberapa di antara mereka terlibat dalam tindakan yang mengganggu ket...

A
Arya Satya Sasmita
28 August 2026 11 pembaca
Foto: Republika/Thoudy Badai
Foto: Republika/Thoudy Badai

Setelah pihak kepolisian membubarkan kelompok aksi yang berkumpul di depan Gedung DPR, massa terpecah menjadi dua kelompok. Sebagian bergerak menuju Senayan, sementara yang lainnya tetap berada di area Pejompongan. Pantauan hingga pukul 21.15 WIB menunjukkan bahwa massa di Senayan telah membubarkan diri, sedangkan di Pejompongan masih ada kerumunan yang cukup padat.

Salah satu kelompok massa yang menarik perhatian adalah sekelompok pengendara sepeda motor yang berhenti di dekat pintu masuk Tol Pejompongan. Beberapa di antara mereka mengenakan helm, tetapi ada juga yang tidak. Terlihat pula kendaraan yang menggunakan knalpot bising.

Interaksi dengan Pengguna Jalan

Dalam pantauan, kelompok pengendara motor tersebut bercampur dengan pengguna jalan lainnya. Banyak pengguna jalan yang berhenti untuk menyaksikan aksi yang berlangsung. Namun, sebagian pengendara motor melakukan tindakan provokatif. Beberapa dari mereka memanjat pagar tol dan berusaha memprovokasi petugas kepolisian yang berada di seberang jalan tol.

Di tengah aksi tersebut, beberapa pengendara motor melemparkan batu dan botol ke arah polisi, serta menyalakan petasan dan kembang api. Polisi yang dilengkapi dengan peralatan pengamanan, seperti tameng dan pentungan, berusaha mendekati kelompok massa di area tol. Dalam situasi yang tegang, sebagian massa mulai panik dan membubarkan diri, sementara yang lainnya masih bertahan di lokasi.

Identitas Massa yang Provokatif

Menariknya, kelompok sepeda motor ini tidak hanya menggunakan pelat nomor kendaraan B. Terdapat juga kendaraan yang menggunakan pelat nomor dari daerah lain, seperti pelat F dan D. Hingga berita ini diturunkan, belum ada konfirmasi mengenai identitas kelompok sepeda motor yang berusaha memprovokasi polisi tersebut, dan tidak ada dari mereka yang bersedia memberikan keterangan.

// Artikel Terkait