Tuesday, 14 July 2026
Hukum & Kriminal

Mahasiswa IT Pembuat Aplikasi Pemprov Sumbar Hilang Secara Misterius

Seorang mahasiswa Jurusan Informatika Universitas Andalas di Padang, yang dikenal sebagai pengembang aplikasi untuk pegawai Pemprov Sumbar, dilaporkan hilang sejak November 2025. Keluarga dan pihak ka...

D
Doni Setiawan
14 July 2026 6 pembaca
Pihak keluarga menunjukkan foto mahasiswa Informatika Unand, Ryan Al Ghifari, yang dikenal berprestasi di bidang IT telah hilang misterius sejak November 2025. (CNN Indonesia/Nedy)
Pihak keluarga menunjukkan foto mahasiswa Informatika Unand, Ryan Al Ghifari, yang dikenal berprestasi di bidang IT telah hilang misterius sejak November 2025. (CNN Indonesia/Nedy)

Padang, seorang mahasiswa berprestasi dari Jurusan Informatika Universitas Andalas (Unand) di Padang, yang dikenal sebagai pembuat aplikasi untuk organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, hilang secara misterius sejak November 2025. Pihak keluarga dan kampus masih melakukan pencarian terhadapnya.

Orang tua mahasiswa tersebut, Ade Melriza, mengungkapkan bahwa putranya, Ryan, pergi dari rumah pada pukul 02.00 WIB pada tanggal 17 November 2025. Ade baru menyadari bahwa anaknya meninggalkan rumah saat ia bangun pagi. "Saya tahu Ryan meninggalkan rumah saat subuh. Waktu bangun tidur, saya lihat pintu rumah tidak dikunci. Saya pikir papanya yang keluar untuk buang sampah. Namun saat saya hendak membangunkan adiknya, Ryan sudah tidak ada di kamar," ujarnya.

Pencarian yang Tak Berujung

Ade telah menanyakan kepada seluruh anggota keluarga tentang keberadaan Ryan, namun tidak ada yang mengetahui ke mana anaknya pergi. "Saya tanyakan kepada semua yang ada di rumah, kepada kedua adiknya dan ayahnya. Mereka juga tidak tahu karena Ryan tidak memberi tahu akan pergi ke mana. Adiknya hanya tahu malam itu Ryan sempat mandi, setelah itu tidak tahu lagi ke mana perginya," tambahnya.

Merasa ada firasat buruk, Ade berusaha mencari petunjuk mengenai keberadaan Ryan. Namun, ia hanya menemukan laptop, ponsel, dompet berisi uang, dan kartu identitas Ryan yang masih tertinggal di atas meja kamar. Saat itu, beberapa daerah di Sumbar dan wilayah Pulau Sumatra lainnya dilanda banjir bandang, yang membuat orang tua Ryan khawatir jika putra mereka menjadi salah satu korban. Mereka kemudian mendatangi RS Bhayangkara dan menyerahkan sampel DNA untuk identifikasi korban bencana tersebut. "Saat itu saya ingin memastikan apakah anak saya menjadi korban bencana. DNA saya tinggalkan di RS Bhayangkara, tapi hasilnya tidak ada yang cocok," ungkap Ade.

Prestasi dan Kreativitas Ryan

Saat ini, Ade berharap agar anaknya segera ditemukan. Pihak kampus juga telah berusaha mencari, namun hingga kini belum ada kabar. Ryan dikenal sebagai mahasiswa yang tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi yang sangat baik. Mahasiswa angkatan 2022 di Unand ini bahkan menciptakan aplikasi khusus untuk pegawai dan OPD di lingkungan Pemprov Sumbar. Hal ini juga dikonfirmasi oleh Sekretaris Unand, Aidinil Zetra. "Ryan tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga sangat kreatif. Ia memiliki kemampuan yang bahkan melebihi teman-temannya," jelasnya. "Salah satunya saat mengembangkan aplikasi pelayanan publik untuk pemerintah daerah, dan hasilnya sangat memuaskan. Dari dokumen yang kami kumpulkan, Ryan juga memperoleh banyak penghargaan, termasuk dari pemerintah," tambah Aidinil.

// Artikel Terkait