Friday, 11 September 2026
Peristiwa

LRT Jakarta Rute Kelapa Gading-Manggarai Diharapkan Atasi Kemacetan di Jakarta Utara

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara berharap kehadiran LRT Jakarta dapat mengurangi kemacetan di wilayah tersebut dengan melayani rute dari Kelapa Gading menuju Manggarai.

A
Arya Satya Sasmita
11 September 2026 7 pembaca
Foto: Republika/Prayogi
Foto: Republika/Prayogi

Kepala Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, Rudy Saptari Sulesuryana, menyatakan harapannya bahwa moda transportasi LRT Jakarta dapat mengurangi kemacetan di daerah Jakarta Utara. LRT Jakarta direncanakan akan melayani penumpang dari Stasiun Kelapa Gading menuju Stasiun Manggarai.

Rudy mengungkapkan, "Kehadiran LRT ini diharapkan membangun habit masyarakat menggunakan transportasi publik," saat memberikan pernyataan di Jakarta pada hari Jumat, 11 September 2026. Dia menambahkan bahwa LRT Jakarta ditargetkan dapat mengangkut antara 60 ribu hingga 70 ribu penumpang setiap harinya. Dengan demikian, diharapkan moda transportasi massal ini dapat mengurangi ketergantungan pada kendaraan pribadi di wilayah Jakarta Utara.

Uji Coba dan Rute LRT

Pada tanggal 10 September 2026, Rudy mengikuti uji coba LRT Jakarta yang menghubungkan Stasiun Kelapa Gading dengan Manggarai. LRT ini memiliki panjang lintasan sekitar 12,2 kilometer dan melayani 11 stasiun, termasuk Kelapa Gading, Boulevard Utara, Boulevard Selatan, Pulomas, Equestrian, Velodrome, Rawamangun, Pramuka, Matraman, Proklamasi, dan Manggarai.

Rudy menilai bahwa angkutan ini sangat efektif dan dapat menghemat waktu perjalanan, yang hanya memakan waktu sekitar 28 menit dari Stasiun Kelapa Gading menuju Stasiun Manggarai. Dia juga menekankan bahwa LRT ini dapat menjadi solusi bagi masyarakat Jakarta Utara yang ingin bepergian ke Jakarta Pusat maupun Jakarta Selatan. Selain itu, dia menambahkan bahwa LRT ini nyaman dan perjalanan selama masa uji coba berlangsung dengan aman dan lancar. "Semua menjadi terhubung dengan kehadiran LRT," ujar Rudy.

Tarif dan Daya Tarik LRT

Rudy juga menjelaskan mengenai tarif Rp 8 yang berlaku selama masa sosialisasi hingga peresmian. Menurutnya, kebijakan tarif ini dapat menarik minat masyarakat untuk beralih dari kendaraan pribadi ke angkutan umum. "Mungkin tarif ini di awal, tapi ini diharapkan menjadi pemicu warga memilih naik angkutan publik," tuturnya.

// Artikel Terkait