Badan Gizi Nasional (BGN) menyatakan bahwa keselamatan dan kesehatan para penerima manfaat menjadi fokus utama dalam penanganan kasus keracunan Makanan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. BGN menginformasikan bahwa kondisi para korban keracunan tidak dalam keadaan yang memprihatinkan.
Monitoring dan Penanganan Korban
Wakil Kepala BGN, Trenggono, bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, telah mengunjungi dan memantau langsung kondisi para penerima manfaat yang sedang dirawat. Hingga Kamis sore, tercatat sebanyak 59 orang masih menjalani perawatan, dan semua dalam keadaan yang terus membaik. “Semuanya sudah dalam kondisi yang segera pulih. Tidak ada yang kondisinya mengkhawatirkan,” ungkap Trenggono dalam keterangannya pada Jumat (11/9/2026).
Koordinasi dengan Pemerintah Daerah
Untuk memastikan bahwa semua penerima manfaat yang terdampak mendapatkan perawatan yang optimal, BGN terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dalam memenuhi kebutuhan perawatan. Hal ini termasuk memastikan tidak ada kendala dalam hal pembiayaan. “Yang jelas semua akan ditangani oleh pemerintah daerah maupun dari BGN. Jadi, tidak ada masalah untuk biayanya, sudah diatasi semua baik dari pemda maupun BGN,” tambah Trenggono.
Dengan langkah-langkah tersebut, BGN dan pemerintah daerah berkomitmen untuk memberikan penanganan terbaik bagi para korban keracunan, sehingga mereka dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.