Wakil Ketua Komisi X DPR RI, MY Esti Wijayati, menekankan pentingnya penerapan keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak menggunakan anggaran pendidikan, dimulai pada tahun 2027. Meskipun MK memberikan waktu penyesuaian hingga tahun anggaran 2028, Esti berpendapat bahwa sebaiknya keputusan tersebut segera dilaksanakan untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
"Semaksimal mungkin diupayakan bisa dilakukan mulai pada tahun anggaran 2027 karena harapan besar bagi dunia pendidikan, kita dapat memperbaiki dan meningkatkan kualitas pendidikan melalui peningkatan SDM (sumber daya manusia)," ujar Esti di Jakarta.
Pentingnya Anggaran Pendidikan untuk Kualitas SDM
Esti menambahkan bahwa anggaran pendidikan seharusnya difokuskan pada peningkatan kualitas pendidik, siswa, dan sarana prasarana pendidikan. Hal ini penting demi kesejahteraan guru, dosen, dan tenaga pendidik, serta untuk menjawab tantangan di era globalisasi. Ia mengingatkan bahwa Indonesia saat ini menghadapi perubahan besar, termasuk transformasi digital dan perkembangan ekonomi hijau.
Reformasi Pendidikan untuk Masa Depan
Dia juga menekankan bahwa pendidikan anak-anak harus lebih dari sekadar menghasilkan lulusan yang menyelesaikan pendidikan formal. Pendidikan harus membentuk individu yang mampu berpikir kritis, berkolaborasi, dan memiliki kreativitas serta karakter yang kuat. Menurutnya, reformasi pendidikan harus berfokus pada pembangunan kualitas sumber daya manusia sebagai strategi utama pembangunan nasional.
Esti menegaskan bahwa komitmen besar dari negara sangat diperlukan untuk memastikan bahwa program-program pendidikan selalu menjadi prioritas. "Tentunya membangun kualitas SDM unggul harus dimulai dari pendidikan anak-anak. Karena pendidikan menjadi modal dasar pembangunan nasional," tutupnya.