Thursday, 29 October 2026
Peristiwa

Lebih dari 60.000 Personel Dikerahkan untuk Tangani Kebakaran Hutan di Kalteng dan Sumsel

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengungkapkan bahwa lebih dari 60.000 personel gabungan dikerahkan untuk pemadaman kebakaran hutan dan lahan, terutama di Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan.

A
Arya Satya Sasmita
13 October 2026 65 pembaca
Seskab: 60.000 lebih personel dukung operasi darat pemadaman karhutla.
Seskab: 60.000 lebih personel dukung operasi darat pemadaman karhutla.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menginformasikan bahwa lebih dari 60.000 personel gabungan telah dikerahkan untuk mendukung operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penanganan saat ini difokuskan pada dua provinsi, yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatera Selatan. Pernyataan ini disampaikan Teddy setelah mengikuti rapat terbatas dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, pada Senin malam (12/10).

Operasi Darat dan Udara

Teddy menjelaskan bahwa operasi pemadaman di darat saat ini didukung oleh 60.177 personel yang berasal dari berbagai instansi, termasuk pemadam kebakaran, TNI, Polri, Kementerian Kehutanan, dinas kehutanan daerah, serta relawan. Tingkat keberhasilan pemadaman di darat rata-rata mencapai lebih dari 80 persen dari luas lahan yang terbakar setiap harinya. “Saat ini fokus utama tertuju pada dua provinsi, yaitu Kalimantan Tengah dan Sumatra Selatan,” ungkapnya.

Selain upaya di darat, pemadaman juga diperkuat melalui operasi udara. Water bombing menggunakan helikopter dan pesawat terus dilakukan di beberapa wilayah untuk mempercepat proses pemadaman. “Operasi udara melalui water bombing di sejumlah wilayah juga terus dilakukan untuk mempercepat pemadaman,” tambah Teddy. Laporan yang diterima oleh Presiden menunjukkan bahwa pemadaman masih berlangsung di lahan seluas 639 hektare yang tersebar di enam provinsi, terutama di Kalimantan dan Sumatera.

Perkembangan di Daerah Lain

Teddy juga menambahkan bahwa situasi di beberapa daerah lain seperti Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Kalimantan Selatan menunjukkan perkembangan yang lebih baik. Meskipun demikian, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) tetap dioptimalkan untuk memanfaatkan pertumbuhan awan hujan, seiring dengan perkiraan awal musim hujan yang akan dimulai pada pertengahan hingga akhir Oktober 2026.

Dalam rapat tersebut, Presiden Prabowo memberikan arahan tegas kepada semua peserta. “Presiden meminta agar upaya penanganan karhutla terus diperkuat dan seluruh sumber daya dikerahkan secara optimal untuk mempercepat pemadaman serta mencegah meluasnya kebakaran,” kata Teddy. Rapat terbatas ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, termasuk Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Menteri Pertahanan, serta Panglima TNI. Beberapa pejabat daerah juga mengikuti rapat melalui sambungan video-conference.

// Artikel Terkait