Selama sepekan terakhir, lebih dari 1.400 siswa dan guru di Provinsi Jawa Tengah diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG). Beberapa siswa yang terlibat menyatakan bahwa mereka merasa trauma untuk kembali mengonsumsi MBG.
Kasus di SMAN 1 Lasem
Pada Kamis, 3 September 2026, sebanyak 777 siswa dan guru di SMAN 1 Lasem, Kabupaten Rembang, menunjukkan gejala keracunan, terutama diare, setelah mengonsumsi menu MBG sehari sebelumnya. Lima siswa di antaranya harus dirawat inap akibat gejala yang cukup parah. Penyebab keracunan ini diduga berasal dari lauk ayam bakar yang disajikan.
Gejala di SMAN 1 Tunjungan dan MAN 2 Rembang
Selanjutnya, pada Selasa, 8 September 2026, setidaknya 136 siswa dan satu guru di SMAN 1 Tunjungan, Kabupaten Blora, juga mengalami gejala serupa. Yuni Ni’wati, Kepala SMAN 1 Tunjungan, menyatakan bahwa 133 siswa dan satu guru terdata mengalami diare, dengan tiga siswa yang tidak hadir karena kondisi yang sama, sehingga totalnya menjadi 137 orang.
Yuni menambahkan bahwa kejadian ini adalah yang pertama kalinya di sekolahnya dan mengakibatkan trauma bagi siswa. Wakil Bupati Blora, Sri Setyorini, menyatakan akan merekomendasikan penutupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sukorejo 2, yang sebelumnya telah mendapatkan dua peringatan terkait masalah Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).
Di tempat lain, pada hari yang sama, sebanyak 271 siswa dan tujuh guru di Madrasah Aliah Negeri (MAN) 2 Rembang juga mengalami gejala keracunan. Mereka diduga terpapar dari menu MBG yang terdiri dari nasi, ayam kare, oseng jagung, dan potongan buah melon. Kepala MAN 2 Rembang, Achmad Syuhada, melaporkan bahwa 26 siswa harus dibawa ke Puskesmas Lasem, sementara tujuh guru yang terlibat tidak memerlukan perawatan di puskesmas.