Satgas Operasi Damai Cartenz telah mengungkapkan detail mengenai penembakan yang menewaskan tiga pegawai Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya di Muliama, Papua Pegunungan. Diduga, penembakan ini dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), yang merupakan sebutan aparat untuk milisi Organisasi Papua Merdeka (OPM) di wilayah timur Indonesia.
Dalam peristiwa tragis ini, ketiga pegawai yang merupakan aparatur sipil negara (ASN) tersebut kehilangan nyawa. Setelah kejadian, fokus utama Satgas Operasi Damai Cartenz adalah mengevakuasi para korban dari lokasi insiden.
Detail Waktu dan Lokasi Penembakan
Kombes Pol Yusuf Sutejo, selaku Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, menjelaskan bahwa insiden penembakan terjadi pada Rabu, 9 September, sekitar pukul 15.53 WIT. Rombongan yang terdiri dari sebelas pegawai Dinas Pertanian itu sedang dalam perjalanan dari Wamena menuju Muliama untuk meninjau kegiatan cetak sawah.
Korban Tewas dan Tindakan Selanjutnya
Yusuf menyatakan bahwa dalam insiden tersebut, tiga orang pegawai dinas tewas akibat tembakan. Rincian korban mencakup seorang wanita berinisial WB (24) yang terkena tembakan di pinggang kanan dan meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di RSUD Wamena. Selain itu, korban perempuan berinisial AR (49), Kepala Bidang Peternakan Dinas Pertanian Jayawijaya, mengalami luka tembak di perut dan meninggal di lokasi kejadian. Korban ketiga, seorang pria berinisial AAM (35), juga pegawai Dinas Pertanian, mengalami luka tembak di kepala belakang dan tangan kiri, serta meninggal di tempat.
Setelah insiden, tim gabungan dari Satgas Operasi Damai Cartenz dan Polres Jayawijaya segera menuju lokasi untuk melakukan pengamanan dan penyelidikan. Yusuf menambahkan bahwa petugas keamanan sedang mendalami rangkaian kejadian serta motif di balik peristiwa tersebut untuk memastikan fakta secara menyeluruh. Tim juga melakukan penyisiran di sekitar Puskesmas Muliama dan lokasi yang diduga menjadi tempat terjadinya penembakan.
Dalam proses penyelidikan, delapan orang saksi yang berada bersama rombongan korban saat kejadian berhasil diamankan. Menurut Yusuf, penembakan ini diduga dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) dari wilayah Nduga. Namun, penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan masih terus dilakukan untuk memastikan identitas serta keterlibatan para pelaku.