Saturday, 18 July 2026
Hukum & Kriminal

Ketua DPRD TTU Diperiksa Selama Enam Jam Terkait Kasus Kematian Dokter Icha

Ketua DPRD Timor Tengah Utara, Kristoforus Efi, menjalani pemeriksaan oleh penyidik Polda NTT selama enam jam terkait dugaan intimidasi yang dialami oleh dokter Icha sebelum meninggal dunia.

P
Putri Ayunda Lestari
17 July 2026 28 pembaca
Keluarga dari almarhumah Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni Jumat (3/7) siang mendatangi Polda NTT. (CNN Indonesia/Elly).
Keluarga dari almarhumah Dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni Jumat (3/7) siang mendatangi Polda NTT. (CNN Indonesia/Elly).

Kupang, CNN Indonesia -- Kristoforus Efi, yang menjabat sebagai Ketua DPRD Timor Tengah Utara (TTU), pada hari Kamis (16/7) memenuhi panggilan dari penyidik Polda NTT untuk memberikan keterangan terkait kasus dugaan intimidasi yang melibatkan empat terlapor. Pemeriksaan berlangsung di Subdit 3 Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda NTT dan berlangsung selama enam jam, dimulai dari pukul 11.00 WITA hingga 17.00 WITA.

Direktur Reskrimum Polda NTT, Kombes Pol. Sigit Haryono, menjelaskan bahwa Kristoforus Efi dipanggil sebagai saksi dalam penyelidikan kasus dugaan intimidasi yang dialami oleh almarhumah dokter Icha sebelum ia mengakhiri hidupnya. "Iya memang benar, hari ini Ketua DPRD TTU dipanggil untuk diambil keterangan sebagai saksi dalam kasus dugaan intimidasi terhadap dokter Icha," ungkap Sigit saat dihubungi.

Detail Proses Pemeriksaan

Sigit menambahkan bahwa dalam proses pengambilan keterangan, Ketua DPRD TTU tersebut ditanya mengenai sejauh mana pengetahuannya tentang dugaan intimidasi yang dialami oleh dokter Icha, sesuai dengan laporan dari pihak keluarga. "Dipertanyakan sejauh mana pengetahuan Ketua DPRD tentang peristiwa yang dilaporkan oleh pelapor yaitu dugaan ancaman atau intimidasi," jelasnya.

Selama pemeriksaan, Sigit mengungkapkan bahwa Ketua DPRD TTU pernah menjenguk almarhumah dokter Icha saat dirawat di Rumah Sakit Leona Kefamenanu. "Ternyata pak Ketua (DPRD) punya video pada saat mengunjungi dokter Icha di Rumah Sakit Leona Kefa," kata Sigit. Dalam rekaman video tersebut, dokter Icha sempat mengeluhkan adanya intimidasi dari tiga anggota DPRD TTU.

Kondisi Dokter Icha dan Lanjutan Kasus

Pada saat pemeriksaan, Ketua DPRD TTU juga ditanya mengenai kondisi dokter Icha saat ia mengunjunginya, dan semua informasi telah dijelaskan oleh Ketua DPRD TTU kepada penyidik. Kasus dugaan intimidasi terhadap dokter Icha saat ini sedang dalam proses penyelidikan, di mana tim investigasi telah memeriksa 37 orang saksi. Saksi-saksi tersebut termasuk tenaga kesehatan di RSUD Kefamenanu, pasien di Ruang UGD saat peristiwa intimidasi, keluarga dokter Icha, empat terlapor, dan Ketua DPRD TTU.

Sebelumnya, dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang akrab disapa dr. Icha, ditemukan meninggal dunia akibat bunuh diri di kediamannya di Perumahan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang, pada Jumat (26/6). Dr. Icha diduga mengakhiri hidupnya karena mengalami depresi berat dan gangguan psikologis setelah mendapatkan intimidasi dari tiga anggota DPRD TTU pada 13 Juni 2026 saat menangani pasien gigitan ular di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Leona Kefamenanu.

Tiga anggota DPRD TTU yang terlibat dalam dugaan intimidasi tersebut adalah Therezius Lazakar dari Golkar, Robert Tubani dari PKB, dan Veronika Lake dari PDIP. Korban gigitan ular yang diselamatkan diketahui masih memiliki hubungan keluarga dengan salah satu anggota DPRD, yaitu Therezius Lazakar, yang juga terlibat dalam intimidasi terhadap dr. Icha. Jenazah dr. Icha telah dimakamkan pada Senin (29/6) dan dihadiri oleh ribuan pelayat. Kasus dugaan intimidasi ini dilaporkan oleh pihak keluarga ke Polda NTT pada 3 Juli 2026, dan dalam laporan tersebut juga disebutkan seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) Dokter Hewan bernama Maria Mathildis Sau sebagai salah satu terlapor, sehingga total ada empat orang terlapor.

// Artikel Terkait