Di SMAN 6 Solo, Jawa Tengah, sebanyak 363 siswa dan guru dilaporkan mengalami dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG). Insiden ini terjadi pada tanggal 21 Agustus 2026.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Zulfachmi Wahab, memberikan konfirmasi terkait peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa menu MBG yang diduga menjadi penyebab keracunan telah dibagikan pada hari yang sama, namun gejala seperti mual, mulas, lemas, dan diare mulai dilaporkan oleh para siswa dan guru secara bertahap pada 22 hingga 23 Agustus 2026.
Langkah Tindak Lanjut dari Dinas Kesehatan
Zulfachmi menyatakan bahwa tidak ada siswa atau guru yang memerlukan perawatan inap akibat kejadian ini. "Jumlah siswa yang terdampak adalah 360 dan tiga orang guru," ujarnya dalam wawancara pada Jumat, 4 September 2026. Ia juga menambahkan bahwa Dinas Kesehatan telah mengambil sampel dari menu MBG yang dibagikan di sekolah tersebut untuk diuji di laboratorium. "Makanan yang dicurigai menjadi penyebab keracunan berasal dari galantinnya," ungkapnya.
Investigasi dan Hasil Uji Laboratorium
Setelah insiden dugaan keracunan, Badan Gizi Nasional (BGN) selaku pihak berwenang telah mengambil tindakan dengan menyuspend SPPG terkait selama 30 hari. Zulfachmi menjelaskan bahwa saat ini proses uji laboratorium terhadap sampel MBG yang dibagikan masih berlangsung di laboratorium kesehatan daerah di Semarang. "Hasilnya mungkin akan keluar dalam dua atau tiga hari ke depan," tuturnya.
Dalam proses uji laboratorium, semua aspek yang berkaitan dengan pengolahan dan penyajian MBG akan diperiksa, termasuk semua bahan yang belum digunakan serta sumber airnya.