Friday, 04 September 2026
Peristiwa

PMI Siapkan Tenda Belajar dan Fasilitas Kesehatan Pascagempa di NTT

Palang Merah Indonesia (PMI) membangun tenda belajar untuk mendukung pendidikan dan menyediakan fasilitas kesehatan pascagempa di Nusa Tenggara Timur, khususnya di SMP Negeri 8 Komodo, Kabupaten Mangg...

D
Daniel Saputra
04 September 2026 1 pembaca
Foto: Dok Republika
Foto: Dok Republika

Palang Merah Indonesia (PMI) telah mendirikan tenda belajar sebagai ruang pembelajaran sementara untuk membantu memulihkan kegiatan pendidikan bagi masyarakat yang terdampak gempa. Salah satu lokasi yang mendapatkan bantuan adalah SMP Negeri 8 Komodo di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, di mana beberapa bagian bangunannya mengalami keretakan akibat gempa.

Selain fokus pada pendidikan, PMI juga meningkatkan dukungan terhadap layanan kesehatan dengan menyediakan tenda dan fasilitas pendukung untuk operasional rumah sakit lapangan serta puskesmas yang terdampak. Dukungan ini merupakan bagian dari respons PMI terhadap dampak gempa yang tidak hanya merusak bangunan, tetapi juga mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk kegiatan belajar mengajar dan pelayanan kesehatan.

Tenda Belajar untuk Siswa

Di SMP Negeri 8 Komodo, sekitar 140 siswa yang terbagi dalam enam rombongan belajar telah kembali mengikuti pembelajaran tatap muka, meskipun sementara waktu dilakukan di ruang terbuka menggunakan tenda belajar yang disediakan PMI. Kepala SMP Negeri 8 Komodo, Aloysia Moto, menjelaskan bahwa keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan kondisi bangunan sekolah serta psikologis siswa pascagempa. “Selama masa tanggap darurat, kita lebih mementingkan psikologis anak, terutama rasa ketakutan,” ungkapnya.

Aloysia menambahkan bahwa gempa yang terjadi berulang kali membuat sebagian siswa merasa khawatir untuk kembali beraktivitas di dalam gedung sekolah. “Apalagi kita punya lantai dua. Ketika ada getaran, anak mungkin panik dan langsung lari. Ini yang sangat mengkhawatirkan,” jelasnya. Oleh karena itu, pembelajaran di ruang terbuka dianggap sebagai pilihan yang lebih aman untuk saat ini.

Dukungan Kesehatan dari PMI

PMI juga telah membangun 13 unit tenda berukuran 6 x 12 meter untuk mendukung operasional rumah sakit lapangan di Ruteng, yang didirikan setelah fasilitas rumah sakit sebelumnya tidak dapat beroperasi akibat kerusakan. Selain itu, PMI menyediakan 10 unit toilet portable untuk mendukung kebutuhan sanitasi tenaga kesehatan dan masyarakat yang mendapatkan pelayanan di rumah sakit lapangan.

Kepala Biro Sarana dan Prasarana Markas PMI Pusat, Ilham Huznul, menyatakan bahwa dukungan PMI dalam penanganan dampak gempa disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat di lapangan, sesuai arahan Ketua Umum PMI Jusuf Kalla. “Dukungan PMI kami sesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan masyarakat saat ini. Salah satunya penyediaan tenda belajar untuk mendukung aktivitas pendidikan,” ujarnya.

Ilham menegaskan bahwa PMI tidak hanya berfokus pada penanganan kebutuhan darurat, tetapi juga memastikan bahwa aktivitas penting masyarakat tetap dapat berlangsung. “Prinsipnya, ketika terjadi bencana, aktivitas masyarakat tidak boleh berhenti seluruhnya. Anak-anak tetap harus mendapatkan pendidikan, masyarakat tetap membutuhkan pelayanan kesehatan,” katanya.

Pembangunan tenda belajar di SMP Negeri 8 Komodo dan dukungan untuk rumah sakit lapangan serta puskesmas menunjukkan bahwa kebutuhan pascabencana tidak hanya berkaitan dengan tempat berlindung, tetapi juga keberlanjutan layanan dasar masyarakat. Dengan adanya tenda, diharapkan anak-anak dapat kembali belajar dan tenaga kesehatan dapat memberikan pelayanan kepada masyarakat yang terdampak.

// Artikel Terkait