Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terlibat dalam pencarian lima jurnalis yang hilang di perairan Selat Sunda. Pencarian ini dilakukan bersama tim SAR dan berbagai pihak terkait setelah hilangnya kontak dengan kapal kecil yang ditumpangi oleh para jurnalis tersebut.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, menyatakan bahwa pihaknya telah bergabung dalam operasi pencarian yang dikoordinasikan dengan Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas). Dalam upaya ini, unsur kepolisian perairan dan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) juga ikut dilibatkan. "Kita kan ikut sama tim SAR Basarnas kemudian juga ada unsur-unsur dari Polair kita ikut juga PLP mencari, kapal patroli kita ikut juga,” ungkap Masyhud di Jakarta.
Penggunaan Kapal Besar untuk Pencarian
Masyhud menambahkan bahwa Basarnas telah mengerahkan kapal yang lebih besar untuk mendukung pencarian, yang dianggap penting mengingat wilayah pencarian merupakan salah satu area yang mendapat perhatian khusus dalam operasi tersebut.
Peringatan untuk Masyarakat dan Wisatawan
Di lokasi yang sama, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengimbau masyarakat dan wisatawan untuk lebih waspada saat beraktivitas di perairan Selat Sunda, terutama setelah terjadinya erupsi Gunung Anak Krakatau. Dudy menyarankan agar masyarakat, khususnya yang berada di sekitar gunung tersebut, mempertimbangkan kembali aktivitas mereka jika tidak ada kepentingan mendesak. "Masyarakat agak lebih berhati-hati dalam kegiatan khususnya yang di wilayah yang di sekitar Gunung Anak Krakatau," kata Dudy.
Lebih lanjut, Dudy menekankan pentingnya kehati-hatian bagi masyarakat yang menggunakan kapal kecil, karena umumnya kapal tersebut tidak dirancang untuk menghadapi gelombang besar atau perjalanan jauh. Ia juga meminta agar masyarakat dan pengguna jasa transportasi laut memperhatikan informasi dari otoritas terkait mengenai kondisi perairan. Pemerintah telah memberikan pemberitahuan terkait kondisi wilayah tersebut sebagai upaya untuk meningkatkan keselamatan. "Penting untuk misalnya menyampaikan atau memberitahukan pada otoritas pelabuhan untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tambah Dudy.
Kementerian Perhubungan juga telah mengeluarkan Notices to Mariners untuk perairan di sekitar Selat Sunda. Dudy menyampaikan bahwa aktivitas operasional penyeberangan masih berlangsung dengan tetap mengedepankan keselamatan dan kondisi di lapangan. "Jadi lebih berhati-hati dan waspada karena kondisi saat ini belum normal di wilayah tersebut, kewaspadaan kita lebih tinggi lagi," tutup Dudy.