Marsekal Muda TNI Daan Sulfi, selaku Komandan Pusat Polisi Militer TNI Angkatan Udara, memaparkan kronologi kejadian yang mengakibatkan tewasnya Serda AMF setelah dianiaya oleh seniornya. Keempat prajurit yang terlibat dalam penganiayaan ini terancam dipecat atau diberhentikan tidak dengan hormat.
Daan menjelaskan bahwa para tersangka beranggapan bahwa menjadi senior berarti harus bertanggung jawab. “Ini adalah peringatan dari saya,” ungkap salah satu seniornya. Namun, peringatan tersebut berujung pada tindakan penganiayaan.
Awal Mula Penganiayaan
Daan mengungkapkan bahwa penganiayaan ini dimulai ketika salah satu tersangka, Serda MTS, menghubungi juniornya, Serda RP, pada Selasa (8/9/2026). Dalam percakapan tersebut, RP secara sepihak menutup telepon, yang membuat MTS merasa tersinggung. MTS kemudian meminta RP, bersama rekan satu angkatannya, AMF dan ZN, untuk menemuinya di Mess Galaksi Dinas Psikologi TNI AU, Lanud Halim Perdanakusuma, pada Rabu (9/9/2026). Pertemuan ini diadakan karena MTS ingin memberikan nasihat serta tindakan “pembinaan” kepada RP, AMF, dan ZN yang dianggap tidak sopan kepada senior.
MTS juga mengundang rekan satu angkatannya, yaitu JM, MAD, dan AH, untuk hadir dalam pertemuan tersebut. Selama pertemuan, MTS meminta RP untuk melakukan push-up dan sit-up masing-masing sebanyak 100 kali. Di saat bersamaan, MTS juga melakukan penganiayaan terhadap ZN. AMF, yang merupakan personel paling senior di antara RP dan ZN, menjadi korban penganiayaan yang paling parah.
Akibat Penganiayaan
Daan menjelaskan bahwa AMF dipukul tiga kali di bagian dada oleh JM. “Pukulan pertama, kemudian pukulan kedua, ketiganya mungkin lebih keras lagi dan dia mengakibatkan si korban ini terjatuh,” jelas Daan. Setelah AMF terjatuh, para pelaku panik dan berusaha mengusapkan minyak kayu putih ke tubuh korban dengan harapan kondisinya membaik. Namun, keadaan AMF justru semakin memburuk, sehingga ia harus dilarikan ke rumah sakit.
AMF akhirnya meninggal dunia setelah mendapatkan perawatan di ruang instalasi gawat darurat (IGD) Rumah Sakit UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.