Sunday, 05 July 2026
Hukum & Kriminal

Keluarga Dokter Icha Melapor ke Polisi, Harapan untuk Perlindungan Tenaga Kesehatan

Orang tua mendiang dokter Icha berharap agar tidak ada lagi intimidasi terhadap tenaga kesehatan setelah melaporkan dugaan kekerasan yang dialami putrinya.

Z
Zidan Alfarezi
04 July 2026 26 pembaca
Keluarga dokter Icha mengaku melapor polisi karena tak mau ada lagi intimidasi terhadap nakes. (CNN Indonesia/ Elly)
Keluarga dokter Icha mengaku melapor polisi karena tak mau ada lagi intimidasi terhadap nakes. (CNN Indonesia/ Elly)

Kupang, CNN Indonesia -- Keluarga mendiang Dokter Eliza Princila Utama Pakaenoni, yang lebih dikenal sebagai dokter Icha, berharap agar tenaga kesehatan tidak lagi mengalami intimidasi atau kekerasan baik secara verbal maupun fisik saat menjalankan tugas mereka. Harapan tersebut disampaikan oleh Gabriel Pakaenoni, ayah dokter Icha, melalui Viktor Manbait yang bertindak sebagai perwakilan keluarga, setelah mereka melaporkan dugaan intimidasi yang dialami dokter Icha di Polda NTT pada Jumat, 3 Juli.

Laporan untuk Melindungi Tenaga Kesehatan

Viktor Manbait menegaskan bahwa laporan tersebut diharapkan dapat mencegah terjadinya penyiksaan dan intimidasi terhadap tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. "Dengan laporan diharapkan nanti tidak akan lagi terjadi penyiksaan dan intimidasi terhadap nakes secara verbal maupun fisik nanti di fasilitas kesehatan," ujarnya saat mendampingi orang tua almarhumah dokter Icha melapor ke Polda NTT.

Kedua orang tua dokter Icha, Gabriel Pakaenoni dan Nur Azizah, bersama kedua adiknya, Tiara Pakaenoni dan Elyn Pakaenoni, melaporkan dugaan intimidasi tersebut untuk memenuhi amanah dari mendiang dokter Icha. Viktor menambahkan bahwa laporan polisi ini bertujuan untuk melindungi tenaga kesehatan yang memberikan pelayanan di seluruh fasilitas kesehatan.

Identitas Terduga Pelaku Intimidasi

Viktor menjelaskan bahwa setelah penyelidikan, terdapat empat orang yang dilaporkan sebagai terduga pelaku intimidasi, semuanya merupakan pejabat publik. Mereka terdiri dari tiga anggota DPRD Timor Tengah Utara dan seorang dokter hewan yang bekerja di Dinas Peternakan. Tiga anggota DPRD tersebut adalah Therezius Lazakar dari Golkar, Robert Tubani dari PKB, dan Veronika Lake dari PDIP, sedangkan dokter hewan yang terlibat adalah Maria Mathildis Sau.

Sementara itu, Wakil Direktur Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (PPA & PPO), AKBP Samuel Simbolon, menyatakan bahwa penyelidikan terhadap terduga pelaku masih berlangsung. "Kami masih telusuri nanti dari hasil perkembangan penyelidikan dan penyidikan terduga akan lakukan pemeriksaan dari saksi-saksi dan barang bukti yang ada di sekitar IGD," ungkap Samuel.

Keluarga mendiang dokter Icha tiba di Polda NTT sekitar pukul 11.10 WITA dan langsung menuju ruang Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) untuk menyampaikan laporan. Mereka terdiri dari tujuh orang, termasuk kedua orang tua dan dua adik dokter Icha. Adik korban, Elyn, terlihat membawa bingkai dan foto mendiang saat melapor. Keluarga selesai memberikan laporan pada pukul 15.30 WITA dan kemudian meninggalkan Mapolda NTT.

Dokter Icha sebelumnya ditemukan tewas di rumahnya di Perumahan RSS Baumata, Desa Baumata Barat, Kecamatan Taebenu, Kabupaten Kupang pada Jumat, 26 Juni. Ia diduga mengalami depresi berat setelah mendapatkan intimidasi dari tiga anggota DPRD TTU saat menangani pasien gigitan ular di Unit Gawat Darurat Rumah Sakit Leona Kefamenanu pada 13 Juni. Jenazah dokter Icha dimakamkan pada 29 Juni dan dihadiri oleh ribuan pelayat.

// Artikel Terkait