Kebakaran hutan dan lahan di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, mulai dapat dikendalikan setelah berlangsung sejak Rabu (21/10/2026). Meskipun pantauan satelit tidak lagi menunjukkan adanya titik api, lebih dari 300 personel gabungan masih melaksanakan proses pendinginan dan penyisiran untuk mencegah terjadinya kebakaran kembali.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, Indra Bayu Permana, menyampaikan bahwa berdasarkan pembaruan pantauan satelit pada Sabtu (24/10/2026) pukul 18.30 WIB, tidak ditemukan titik panas atau hotspot di area yang terdampak. Namun, asap masih terlihat di beberapa lokasi, sehingga operasi pemadaman masih terus dilakukan.
Fokus Penanganan di Tiga Titik
Indra menjelaskan, "Alhamdulillah, lebih dari 300 personel kita kerahkan ke tiga titik, yakni Bintangot, Karang Dinding, dan Bukit Seribu Bintang. Dari hasil penyisiran dan penanganan kebakaran, berdasarkan pantauan satelit Cipomi yang diperbarui sekitar pukul 18.30 WIB, sudah tidak ditemukan titik api atau nihil hotspot." Personel gabungan telah disebar ke tiga lokasi tersebut untuk memastikan tidak ada bara api yang tersisa yang dapat memicu kebakaran lebih lanjut.
Kawasan Karang Dinding dan Bukit Seribu Bintang masih menjadi fokus pendinginan karena kepulan asap terpantau di sejumlah area. Hal ini menunjukkan bahwa potensi kebakaran belum sepenuhnya berakhir meskipun titik panas tidak lagi terdeteksi. Petugas juga melakukan lokalisasi di kawasan terdampak untuk mencegah api menjalar kembali. Penanganan dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan personel gabungan, masyarakat, dan relawan.
Operasi Pemadaman Berkelanjutan
Indra menambahkan, operasi pemadaman dan pendinginan akan berlangsung selama 24 jam hingga semua sisa bara dapat ditangani. Posko siaga juga tetap beroperasi untuk memantau pergerakan personel, mobilitas armada, serta kebutuhan logistik petugas di lapangan. "Penanganan ini Insya Allah berlangsung 24 jam sampai tuntas, termasuk memastikan kepulan asap yang tersisa benar-benar hilang. Posko terus bersiaga penuh untuk memantau pergerakan rekan-rekan serta mencukupi kebutuhan personel maupun logistik," ujarnya.
Kebakaran di kawasan TNGC pertama kali terdeteksi pada Rabu (21/10/2026) sekitar pukul 20.44 WIB. Api muncul di Wilayah I Taman Nasional Gunung Ciremai, Kabupaten Kuningan, dan merambat melalui vegetasi yang mudah terbakar. Material yang terbakar mencakup semak belukar, alang-alang, serasah kering, dan pohon pinus, yang menjadi tantangan bagi petugas karena api dapat menjalar melalui material kering di permukaan lahan.
Sejak kebakaran terdeteksi, petugas gabungan bersama masyarakat dan relawan telah melakukan pemadaman melalui jalur darat. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, juga terlibat langsung dalam upaya penanganan di kawasan terdampak. Selain pemadaman darat, operasi juga dilakukan melalui udara dengan menggunakan helikopter TNI Angkatan Udara dengan metode water bombing. Penyiraman air dari udara membantu dalam penanganan titik kebakaran yang sulit dijangkau oleh personel di darat. Meskipun tidak ada hotspot yang terdeteksi, petugas tetap melanjutkan pemantauan untuk memastikan api benar-benar padam. Proses pendinginan menjadi langkah penting sebelum operasi penanganan karhutla di kawasan Gunung Ciremai dapat dinyatakan selesai.