Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana untuk meluncurkan trayek baru yang menghubungkan Jakarta dengan Bandung. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo, menjelaskan bahwa inisiatif ini bertujuan untuk memperluas konektivitas serta layanan Transjabodetabek dari Blok M, Jakarta Selatan, menuju Bandung, Jawa Barat.
Pramono mengungkapkan bahwa kawasan Blok M telah menjadi salah satu contoh terbaik dalam hal pengembangan transportasi publik, karena tempat ini kini menjadi salah satu destinasi favorit di Jakarta, terutama di kalangan generasi muda. “Saking populernya, masyarakat kerap menjulukinya sebagai 'Negara Blok M'. Bahkan ada kelakar bahwa saat ini rute transportasi publik menghubungkan Blok M ke mana saja: dari Blok M ke Bogor, Blok M ke Bekasi, dan kelak barangkali Blok M ke Bandung. Tenang saja, semuanya terhubung melalui Transjabodetabek,” ujarnya saat memberikan sambutan dalam acara The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE 2026) di Jakarta pada Jumat, 24 Oktober 2026.
Popularitas Blok M dan Konektivitas Transportasi
Menurut Pramono, popularitas Blok M semakin meningkat berkat beragam kuliner, pertunjukan musik, dan aktivitas bisnis lokal yang ada di sana. Selain itu, Blok M juga telah terintegrasi dengan jaringan MRT dan Transjakarta, yang memudahkan akses dan mobilitas masyarakat. “Ini adalah bukti nyata bagaimana transportasi publik dan aktivitas kreatif dapat saling menguatkan,” tambahnya.
Peningkatan Pengguna Transportasi Umum
Pramono juga menyampaikan bahwa pihaknya sedang mempertimbangkan untuk meningkatkan konektivitas Transjabodetabek guna menarik lebih banyak pengguna transportasi umum di Jakarta. Hingga September 2026, jumlah penumpang transportasi publik di DKI Jakarta mengalami peningkatan sebesar 10,8 persen. Ia berpendapat bahwa hal ini disebabkan oleh perbaikan kualitas transportasi, terutama Transjabodetabek yang semakin baik.
Ia menjelaskan bahwa pengguna Transjabodetabek terus meningkat, contohnya pada rute Blok M-Bogor yang awalnya ditargetkan 2.000 pengguna, kini rata-rata telah mencapai hampir 10.000 pengguna. Pramono berharap agar kepercayaan publik terhadap transportasi yang dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tetap terjaga, sehingga jumlah pengguna transportasi umum di Jakarta dapat terus bertambah.