Sunday, 25 October 2026
Hukum & Kriminal

Kasus Perundungan di Ciputat: 13 Siswi SMP Diduga Dipalak dan Dipaksa Minum Campuran Berbahaya

Sebanyak 13 siswi SMP di Ciputat, Tangerang Selatan, diduga menjadi korban perundungan oleh senior mereka, yang memaksa mereka meminum campuran kopi, cuka, dan bawang putih serta meminta uang.

M
Maria Angelica
25 October 2026 13 pembaca
Ilustrasi. Korban bullying di SMP Ciputat dipaksa minum kopi campur cuka. (Foto: iStockphoto)
Ilustrasi. Korban bullying di SMP Ciputat dipaksa minum kopi campur cuka. (Foto: iStockphoto)

Di Ciputat, Kota Tangerang Selatan, sebanyak 13 siswi sekolah menengah pertama (SMP) dilaporkan menjadi korban perundungan oleh senior mereka. Para siswi tersebut diduga dipalak dan dipaksa untuk meminum campuran kopi yang dicampur dengan cuka dan bawang putih.

Modus Perundungan Melalui Tantangan

Kapolsek Ciputat Timur, Kompol Bambang Askar Sodiq, menjelaskan bahwa perundungan ini dilakukan dengan cara tantangan atau challenge. Para siswi junior diminta untuk mengikuti tantangan yang diberikan oleh senior mereka. "Pakai cara challenge. Misalnya kan, 'Lu, junior kan? Challenge nih'. Kalau ada yang kalah atau salah, langsung suruh minum itu. Informasi awal, itu kayak kopi dicampur cuka, dicampur bawang putih," ungkap Bambang.

Pemalakan dan Dampak Kesehatan

Selain dipaksa untuk meminum campuran tersebut, para korban juga diduga dimintai uang dengan jumlah yang bervariasi. Bambang menyatakan bahwa setiap siswi diminta untuk memberikan uang sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000. "Ini juga ada yang informasi selain dipaksa untuk mengonsumsi minuman, juga ada yang dilakukan ini, pemalakan. Misalnya disertai permintaan uang ke junior-junior itu, dimintain Rp5 ribu-Rp10 ribu," jelasnya.

Akibat dari kejadian ini, tiga dari 13 siswi yang terlibat dilaporkan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit karena mengalami gejala sakit perut setelah diduga dipaksa untuk meminum campuran tersebut. "Informasinya ada 13 orang yang mendapatkan perlakuan perundungan dan ada tiga orang yang dirawat di rumah sakit infonya," tambah Bambang.

Bambang juga menyebutkan bahwa berdasarkan informasi awal yang diterimanya, terduga pelaku perundungan berjumlah satu orang, yang merupakan siswi senior dari kelas yang lebih tinggi dibandingkan para korban. "Yang saya tahu satu," ucapnya. Sebelumnya, Bambang menyampaikan bahwa dugaan perundungan ini melibatkan siswi kelas tiga yang melakukan tindakan terhadap adik kelas mereka. Polisi telah menerima laporan mengenai 13 siswi yang diduga menjadi korban dalam insiden ini.

// Artikel Terkait