🔴 Breaking
--- Ai Ogura Raih Podium Pertama MotoGP, Akhiri Penantian Asia Selama 14 Tahun --- Dimitrievski Apresiasi Kinerja Tim Valencia Setelah Kemenangan Melawan Athletic Bilbao Games+ Resmi Luncurkan The God of Highschool Legends untuk Dekat dengan Komunitas Gamer Wisuda Tahfidz: 74 Siswa SDII Al Abidin Sragen Rayakan Keberhasilan Menghafal Al-Qur'an Andrie Yunus Menyampaikan Penolakan untuk Diperiksa di Pengadilan Militer Penggerebekan Polisi di Gudang Motor Ilegal di Jakarta Selatan, Direktur Perusahaan Ditangkap --- Barcelona Raih Gelar Juara Liga Spanyol Setelah Kalahkan Real Madrid --- William Osula Memilih Bertahan di Newcastle United Pertemuan Kedua Service Package UI GreenMetric di UIN Saizu Purwokerto Enam Terdakwa Kasus Korupsi Baznas Enrekang Dibebaskan oleh Majelis Hakim --- Ai Ogura Raih Podium Pertama MotoGP, Akhiri Penantian Asia Selama 14 Tahun --- Dimitrievski Apresiasi Kinerja Tim Valencia Setelah Kemenangan Melawan Athletic Bilbao Games+ Resmi Luncurkan The God of Highschool Legends untuk Dekat dengan Komunitas Gamer Wisuda Tahfidz: 74 Siswa SDII Al Abidin Sragen Rayakan Keberhasilan Menghafal Al-Qur'an Andrie Yunus Menyampaikan Penolakan untuk Diperiksa di Pengadilan Militer Penggerebekan Polisi di Gudang Motor Ilegal di Jakarta Selatan, Direktur Perusahaan Ditangkap --- Barcelona Raih Gelar Juara Liga Spanyol Setelah Kalahkan Real Madrid --- William Osula Memilih Bertahan di Newcastle United Pertemuan Kedua Service Package UI GreenMetric di UIN Saizu Purwokerto Enam Terdakwa Kasus Korupsi Baznas Enrekang Dibebaskan oleh Majelis Hakim
Peristiwa

Kapal Perang Prancis dan Inggris Dikhawatirkan Picu Respons Iran di Selat Hormuz

Iran memberikan peringatan keras terkait rencana pengiriman kapal perang oleh Prancis dan Inggris ke Selat Hormuz, menegaskan bahwa tindakan tersebut akan memicu respons tegas dari Angkatan Bersenjata...

Saraswati Indira Alika

Penulis

11 May 2026
5 kali dibaca
Kapal Perang Prancis dan Inggris Dikhawatirkan Picu Respons Iran di Selat Hormuz
Kapal kargo belayar di Selat Hormuz pada Februari lalu, sebelum perang berkecamuk (dok. AFP/GIUSEPPE CACACE)

Teheran - Iran mengingatkan bahwa kehadiran kapal-kapal angkatan laut dari Prancis dan Inggris di sekitar Selat Hormuz akan mengakibatkan "respons tegas dan segera" dari Angkatan Bersenjata Teheran. Peringatan ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan di Selat Hormuz, di mana Iran dan Amerika Serikat (AS) bersaing untuk menguasai jalur perairan strategis yang penting bagi pasokan minyak dan gas global.

Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, menyampaikan kritiknya melalui media sosial X, menanggapi rencana Prancis dan Inggris untuk mengerahkan kekuatan angkatan laut di kawasan tersebut dengan alasan melindungi keamanan maritim. Ia mengungkapkan bahwa Prancis telah mengumumkan pengiriman kapal induk Charles de Gaulle ke Laut Merah dan Teluk Aden sebagai persiapan untuk misi gabungan di masa mendatang dengan Inggris, yang bertujuan untuk memperkuat kebebasan navigasi di Selat Hormuz.

Kritik Terhadap Pengerahan Kapal Perang

Gharibabadi juga menyoroti bahwa Inggris berencana untuk mengerahkan sebuah kapal perangnya ke Laut Merah dalam kerjasama dengan Prancis. Ia menilai bahwa pengiriman "kapal-kapal perusak dari luar kawasan" ke dekat Selat Hormuz dengan dalih melindungi pelayaran merupakan "eskalasi krisis" dan "militerisasi jalur perairan yang sangat penting."

Menurut Gharibabadi, "Keamanan maritim tidak dapat dijamin melalui aksi pamer kekuatan." Ia juga menegaskan bahwa negara-negara yang mendukung atau memilih untuk diam terhadap agresi AS-Israel terhadap Iran adalah "bagian dari masalah." Ia menambahkan bahwa misi kapal induk Charles de Gaulle akan meliputi operasi pembersihan ranjau dan pengawalan kapal-kapal setelah situasi kembali tenang.

Peringatan untuk Tidak Mengintervensi

Gharibabadi mengingatkan bahwa, baik dalam kondisi perang maupun damai, hanya Republik Islam Iran yang memiliki hak untuk menegakkan keamanan di Selat Hormuz dan tidak akan mengizinkan intervensi dari negara mana pun. Ia juga memperingatkan bahwa kehadiran kapal-kapal Prancis atau Inggris, atau kekuatan lainnya yang berkoordinasi dengan tindakan AS yang dianggap melanggar hukum di Selat Hormuz, akan mendapatkan respons yang cepat dari Iran.

“Kehadiran kapal-kapal Prancis dan Inggris, atau kapal-kapal negara lain yang mungkin berkoordinasi dengan tindakan ilegal Amerika di Selat Hormuz, akan disambut dengan respons tegas dan segera dari Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran,” tegasnya. Ia juga menyarankan agar mereka tidak memperumit situasi lebih lanjut.

[Gambas:Video 20detik]

Artikel Terkait