Pada tahun 2011, Jwala Gutta dan Ashwini Ponnappa mencatatkan sejarah dengan meraih medali perunggu di nomor ganda putri pada kejuaraan dunia BWF yang berlangsung di London. Hingga saat ini, tidak ada pasangan ganda putri lainnya dari India yang berhasil menyamai prestasi tersebut, menunjukkan bahwa India masih tertinggal dalam kategori ganda putri dibandingkan dengan kesuksesan yang diraih dalam nomor tunggal putra, ganda putra, dan tunggal putri.
Mengenang pencapaian bersejarah ini, Jwala Gutta mengungkapkan perasaannya yang penuh kebanggaan dan kepuasan. “Ya, mengingat kondisi saat itu dan fakta bahwa bulu tangkis tidak seperti sekarang, saya merasa ini adalah pencapaian yang benar-benar istimewa. Ini semacam awal bagi lebih banyak medali yang akan diraih oleh para pemain bulu tangkis India di kemudian hari,” ujarnya.
Kesulitan dan Kehormatan Medali
Jwala menekankan bahwa ajang Kejuaraan Dunia 2011 jauh lebih menantang dibandingkan Olimpiade, mengingat banyaknya pertandingan dan tingginya standar pemain dari seluruh dunia. “Jadi, medali perunggu Kejuaraan Dunia itu memiliki aura tersendiri dan kehormatan yang berbeda. Fakta bahwa tidak ada pasangan ganda putri India yang memenangkan medali setelah prestasi kami menunjukkan, mungkin, bagaimana kami (saya dan Ashwini) telah meningkatkan standar,” jelasnya.
Dia juga mengingat bahwa banyak orang tidak memperkirakan mereka akan meraih medali di London. “Kami sangat senang dan gembira. Tidak diragukan lagi, saya masih merasa sedih ketika mengingat sambutan di tanah air yang sangat mengecewakan. Kami mendarat di bandara Hyderabad hampir tanpa disadari,” tambahnya.
Peluang India di Kejuaraan Dunia Mendatang
Mengenai peluang India di Kejuaraan Dunia yang akan datang di Delhi, Jwala berpendapat bahwa para pemain saat ini lebih berpengalaman dan ada lebih banyak dukungan finansial dalam olahraga ini. “Jujur saja, kecuali Sindhu di tunggal putri dan Satwik serta Chirag di ganda putra, tidak banyak nama yang terlintas di benak saya ketika berbicara tentang peluang India di kejuaraan mendatang,” ungkapnya.
Dia tetap percaya pada kemampuan Sindhu untuk meraih kesuksesan. “Meskipun banyak yang meremehkan Sindhu... saya masih percaya dia mampu meraih kemenangan besar lagi. Dan, saya akan senang jika dia melakukannya lagi karena dia telah tampil konsisten dengan baik di Kejuaraan Dunia dengan memenangkan lima medali,” kata Jwala.
Jwala menekankan bahwa tanggung jawab untuk menunjukkan performa terbaik ada di tangan para pemain India. “Begitu banyak uang yang dihabiskan untuk pelatihan dan eksposur. Saya percaya sekarang hampir tidak ada yang perlu dikeluhkan,” tegasnya.
Dia juga menyoroti pentingnya bermain di kandang sendiri. “Secara pribadi, saya selalu senang bermain di kandang sendiri di depan orang tua dan anggota keluarga saya yang penuh semangat dan senang melihat saya tampil. Ya, ada beberapa pemain sekarang yang tidak begitu nyaman bermain di kandang sendiri. Namun, saya tetap percaya bahwa bermain di kejuaraan dunia di kandang sendiri adalah nilai tambah yang besar mengingat kondisi, makanan, dan lingkungan yang familiar,” ujar Jwala Gutta.
Jwala juga mengungkapkan keprihatinan mengenai pengembangan bakat bulu tangkis di India. “Salah satu alasan utama mengapa India tidak memiliki kekuatan cadangan yang sangat baik adalah kegagalan untuk memberikan perhatian dan kesempatan yang tepat kepada pelatih India. Pelatih asing memang bagus, tetapi kita harus berupaya agar pelatih kita sendiri juga siap menghadapi tantangan semacam itu,” katanya.
Dia menambahkan bahwa saat ini, meskipun banyak akademi bulu tangkis bermunculan, masih ada kekurangan dalam pengembangan pemain di tingkat akar rumput. “Kita harus benar-benar berpikir melampaui pemain top saat ini dan melakukan penilaian yang jujur dan kritis tentang perlunya melihat pemain di luar mereka,” tutup Jwala Gutta.