Presiden Republik Indonesia yang ke-7, Joko Widodo, melanjutkan safari politiknya dengan mengunjungi Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Dalam kunjungan tersebut, ia menghadiri Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang diadakan oleh Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PSI Kabupaten Bekasi.
Jokowi tiba di lokasi pada pukul 14.30 WIB dan disambut oleh para kader PSI dari Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Bekasi. Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan alasan mengapa ia baru mengumumkan keanggotaannya di PSI. "Banyak yang bertanya kok baru ditunjukan sekarang, ya kan suka-suka saya dong, kan ini kartu milik saya, bahwa saya tunjukkan di Bandung dan Bekasi ini karena momentumnya memang sekarang,” ungkapnya.
Politik dan Momentum
Presiden Jokowi menekankan pentingnya momentum dalam politik. Ia menyatakan bahwa saat bertemu dengan kader-kader di Bandung dan Bekasi adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan keanggotaannya. "Politik ini kan momentum, momentumnya pas kan ya saya tunjukkan sekarang,” jelasnya.
Dalam suasana yang akrab, Jokowi juga bercanda dengan para kader yang tidak setuju dengan keanggotaannya di PSI, menawarkan hadiah sepeda bagi mereka yang berani maju. "Siapa setuju saya memiliki kartu ini? Ada yang tidak setuju, maju, saya beri sepeda,” katanya.
Setibanya di lokasi, Jokowi disambut oleh ketua DPW PSI Jawa Barat, Abang Ijo Hapidin, Ketua Harian DPW PSI Jawa Barat, Chodri Syafii, serta Ketua DPD PSI Kabupaten Bekasi, Ridho Choirul Umam. Dalam acara tersebut, sekitar 300 pedagang bakso turut berpartisipasi, dan sekitar 80 juru masak membantu menyiapkan makanan gratis, dengan total mencapai 8.000 porsi, termasuk bakso, siomay, dan mie ayam.
PSI Siap Menghadapi Ambang Batas Parlemen
Sekretaris Dewan Pembina PSI, Grace Natalie, menyatakan bahwa partainya siap menghadapi berapa pun ambang batas parlemen yang akan ditetapkan. Pernyataan ini disampaikan Grace saat ditanya mengenai pembahasan ambang batas menjelang Pemilu 2029. "Seperti kata Pak Jokowi, mau berapapun, PSI siap,” ujarnya.
Ketika ditanya apakah kenaikan ambang batas tersebut berpotensi menjegal PSI, Grace menegaskan bahwa PSI tidak melihatnya sebagai upaya untuk menghambat partai tertentu. Ia menjelaskan bahwa semakin tinggi ambang batas, semakin besar pula tantangan bagi partai politik untuk mendapatkan kursi di parlemen. "Ya saya pikir sih kalau PT itu bukan soal jegal-menjegal ya, tetapi kalau PT kita semakin tinggi, realitanya kan adalah barrier to entry itu makin besar,” katanya.
Grace juga menyebutkan bahwa PSI lebih mendukung konsep fraksi threshold untuk mengurangi potensi suara yang tidak terkonversi menjadi kursi. "Kalau dari, teman-teman bisa cek dari dulu-dulu, sebenarnya kami lebih setuju dengan konsep fraksi threshold, agar tidak ada suara yang terbuang, gitu,” jelasnya.
Meski begitu, Grace menegaskan bahwa PSI akan mengikuti aturan yang ditetapkan. "Tetapi kalau memang yang buat aturan kan yang di dalam. Kita kan bukan yang buat peraturan, hanya bisa ngikutin aja. Ya mau berapapun ya monggo, kami ikut dan kami siap, kita akan berjuang, kita akan fight sama-sama,” tutupnya.
Grace juga menanggapi anggapan bahwa kenaikan ambang batas dapat menghambat PSI untuk masuk parlemen. Ia menekankan bahwa PSI masih merupakan partai kecil yang belum pernah lolos ke Senayan. "PSI kan ini kami masih partai kecil, masih berjuang, belum pernah lolos ke Senayan, dan kita bersyukur sekali Pak Jokowi saya yakin banyak yang ngasih karpet merah, tapi yang beliau pilih adalah partai kecil yang belum pernah lolos ke Senayan yang perjuangannya masih panjang,” pungkasnya.