Jessica Pegula, petenis asal Amerika Serikat, terus menunjukkan performa yang mengesankan meskipun masih menunggu gelar Grand Slam pertamanya. Di sepanjang musim 2026, Pegula berhasil mencapai semifinal di Australian Open dan US Open, serta perempatfinal di Wimbledon. Selain itu, ia juga meraih gelar di Dubai Tennis Championships dan Charleston Open, serta berhasil melaju ke tiga final di turnamen WTA lainnya.
Dengan pencapaian tersebut, Pegula yang kini menduduki peringkat ketiga dunia, mencatatkan rekor yang lebih baik dibandingkan dengan Aryna Sabalenka dan Elena Rybakina. Persaingan antara Pegula, Sabalenka, dan Rybakina menjadi sorotan utama musim ini, di mana keduanya bertemu di final Australian Open dan US Open, yang dimenangkan oleh Rybakina.
Kemenangan Terbanyak di WTA 2026
Pegula telah mencatatkan 50 kemenangan di musim ini, menjadikannya sebagai petenis dengan kemenangan terbanyak di turnamen WTA, melampaui Rybakina yang memiliki 49 kemenangan dan Sabalenka dengan 46 kemenangan. Kemenangan ke-50 Pegula diraih saat mengalahkan rekan senegaranya, Emma Navarro, di perempatfinal US Open.
Saat ini, Pegula unggul satu kemenangan dari Rybakina, yang meraih kemenangan ke-49 setelah mengalahkan Sabalenka di final US Open. Meskipun Sabalenka menghadapi tantangan di sepanjang musim, ia tetap mencatatkan jumlah kemenangan yang mengesankan.
Statistik Pertandingan dan Jadwal Berikutnya
Pegula telah bermain dalam 63 pertandingan, dengan 50 kemenangan, sementara Rybakina mencatatkan 49 kemenangan dari 62 pertandingan, dan Sabalenka 46 kemenangan dari 55 pertandingan. Di luar itu, Mirra Andreeva, juara French Open 2026, memiliki 44 kemenangan, dan Elina Svitolina dari Ukraina mencatatkan 43 kemenangan.
Pegula dijadwalkan untuk kembali bertanding di Singapore Open yang akan dimulai pada 21 September. Di sisi lain, Rybakina dan Sabalenka akan bertanding di China Open di Beijing. Saat ini, Pegula menempati posisi ketiga dalam klasemen menuju WTA Finals, yang akan berlangsung di Indian Wells, dan berpotensi besar untuk lolos ke turnamen akhir musim yang dianggap sebagai Grand Slam kelima tidak resmi.