Wednesday, 16 September 2026
Olahraga

Aaron Chia Optimis Raih Medali Emas Ganda Putra di Asian Games 2026

Aaron Chia, yang sebelumnya meraih gelar juara dunia, percaya bahwa ia dan Tee Kai Wun dapat meraih kesuksesan di Asian Games 2026 meski merupakan pasangan baru.

N
Ni Luh Ayu Sari
16 September 2026 2 pembaca
Aaron Chia-Rexy Mainaky/[Foto:NST]
Aaron Chia-Rexy Mainaky/[Foto:NST]

Aaron Chia, yang pernah meraih prestasi dunia bersama Soh Wooi Yik, kini menargetkan untuk menaklukkan Asian Games 2026 dengan pasangan barunya, Tee Kai Wun. Pertandingan akan dimulai pada hari Sabtu, dan Aaron, yang berusia 29 tahun, optimis bahwa meskipun mereka adalah pasangan dadakan, mereka mampu menjalankan misi tersebut dengan baik.

Meskipun keduanya merupakan kombinasi baru, Aaron tidak menganggap hal ini sebagai kelemahan, melainkan sebagai sebuah kekuatan. Ia merasa bahwa bermain tanpa kontrak akan memberikan kebebasan dari tekanan yang sering dialami oleh pasangan-pasangan yang lebih mapan. "Kami sangat berharap bisa memenangkan medali untuk Malaysia. Kami berangkat ke sana sebagai pasangan pengganti, jadi mungkin yang lain akan merasakan tekanan lebih besar daripada kami. Saya pikir itu bisa menjadi keuntungan bagi kami," ungkap Aaron Chia.

Peluang Tanpa Beban

Aaron menambahkan, "Saya pikir menjadi pasangan tanpa handicap adalah sebuah keuntungan karena beberapa pasangan papan atas mungkin belum mengetahui gaya permainan kami." Ia juga mengingatkan bahwa pada Asian Games Doha 2006, pasangan baru Malaysia, Koo Kien Keat dan Tan Boon Heong, berhasil mengejutkan pesaing dan meraih medali emas.

"Kami pergi ke sana (Asian Games) sebagai tim yang tidak diunggulkan. Saya pikir itu memungkinkan kami untuk bermain lebih tenang dan dengan tekanan yang lebih sedikit. Jadi, mudah-mudahan, kami bisa meraih terobosan di sana," lanjutnya. Sebelumnya, Aaron Chia telah meraih medali perunggu di Asian Games Hangzhou 2022 bersama Wooi Yik, namun Wooi Yik tidak terpilih untuk Asian Games 2026 dan digantikan oleh Kai Wun.

Persaingan Ketat di Jepang

Aaron Chia percaya bahwa fakta bahwa beberapa pasangan teratas belum pernah bertanding melawan mereka bisa menjadi keuntungan. Pengalaman internasional pertama mereka sebagai pasangan terjadi di Piala Thomas di Horsens, Denmark, pada bulan April, di mana mereka berhasil mengalahkan pasangan Jepang, Kakeru Kumagai-Hiroki Nishi, yang berada di peringkat 21 dunia.

Di Nagoya, pasangan debutan Malaysia ini akan menghadapi rival-rival tangguh seperti pasangan peringkat 1 dunia dari Korea Selatan, Kim Won Ho-Seo Seung Jae, pasangan peringkat 2 dunia dari Indonesia, Fajar Alfian-Shohibul Fikri, dan pasangan peringkat 3 dunia dari Tiongkok, Liang Wei Keng-Wang Chang. Meskipun tantangan yang dihadapi sangat besar, Aaron dan Kai Wun tetap optimis dan menganggap diri mereka sebagai pesaing yang kuat. "Mereka adalah pemain reguler di World Tour, jadi saya rasa tidak akan ada banyak perbedaan di sana," kata Aaron.

Malaysia belum pernah meraih medali emas di cabang bulu tangkis Asian Games sejak kemenangan Kien Keat-Boon Heong pada tahun 2006, dan BAM berharap untuk mengakhiri penantian selama 20 tahun ini. Jika Aaron dan Kai Wun berhasil memberikan kejutan dengan medali emas di Kota Ichinomiya, hal itu juga akan membuktikan keberhasilan eksperimen perombakan ganda yang dilakukan oleh pelatih kepala ganda BAM, Herry IP.

// Artikel Terkait