Setelah menjalani berbagai eksperimen dengan pasangan, Aaron Chia kini siap untuk bersatu kembali dengan Soh Wooi Yik dengan tujuan yang jelas — meraih medali emas di Olimpiade Los Angeles 2028. Aaron menyatakan bahwa mereka berdua menyadari ekspektasi yang ditetapkan oleh Asosiasi Sepak Bola Malaysia (BAM) dan siap memberikan yang terbaik saat kualifikasi Olimpiade dimulai pada Mei tahun depan.
Reuni antara Aaron dan Wooi Yik ini akan dilakukan setelah Asian Games Aichi-Nagoya, di mana mereka akan melanjutkan kemitraan dan sepenuhnya fokus untuk membangun kembali momentum menjelang perjalanan panjang menuju Olimpiade 2028. Di Jepang, Aaron akan berpasangan dengan Tee Kai Wun, sementara Soh Wooi Yik tidak akan ikut dalam skuad Asian Games.
Rencana Kembali ke Kemitraan Awal
"Saya rasa sudah jelas dari BAM bahwa setelah Asian Games selesai, kami akan kembali ke kemitraan awal kami. Kami hanya akan mengikuti rencana pelatih dan fokus pada apa yang perlu kami lakukan," ungkap Aaron di Akademi Bulu Tangkis Malaysia (ABM) pada hari Selasa. Dia menambahkan, "Selalu ada KPI (indikator kinerja utama) bagi kami karena kami adalah pemain paling senior di BAM." Aaron juga menyatakan bahwa mereka telah menetapkan KPI sendiri, berkomitmen untuk memberikan segalanya saat kualifikasi Olimpiade dimulai tahun depan.
Tim pelatih ganda putra nasional yang dipimpin oleh Herry IP telah melakukan berbagai eksperimen dengan kombinasi pasangan sejak bulan Juni. Namun, Aaron dan Wooi Yik kembali bersatu di Kejuaraan Dunia di New Delhi, India bulan lalu, di mana mereka berhasil meraih posisi runner-up. Hal ini mendorong para pelatih untuk mempertimbangkan kembali dan memutuskan agar Aaron melanjutkan kemitraannya dengan Wooi Yik.
Perubahan Kemitraan dan Motivasi Baru
Sementara itu, Tee Kai Wun akan kembali berpasangan dengan Man Wei Chong setelah Asian Games, di mana eksperimen perombakan hanya akan melibatkan pemain lain dalam skuad ganda putra. "Bagi saya, tidak ada masalah untuk kembali berpartner dengan Wooi Yik karena kami sudah bersama dalam waktu yang lama," tambah Aaron. "Kami saling mengenal gaya bermain masing-masing. Semoga setelah Asian Games, kami bisa kembali fokus pada kemitraan kami masing-masing."
Aaron juga melihat perubahan kemitraan baru-baru ini sebagai bagian dari proses peningkatan performa dan motivasi baru bagi para pemain. "BAM, para pelatih, dan bahkan kami para pemain, tahu bahwa perubahan itu hanya akan dicoba untuk beberapa turnamen saja. Itu juga merupakan bentuk penyegaran bagi pasangan-pasangan asli," jelasnya. "Jadi, ketika kami berkompetisi di turnamen Eropa, kami dapat kembali fokus pada pasangan kami masing-masing dan berjuang untuk mencapai apa yang kami inginkan."
Aaron dan Wooi Yik sebelumnya telah meraih medali perunggu di Olimpiade Tokyo 2020 dan Paris 2024. Mereka juga mencatatkan sejarah dengan menjadi juara dunia pada tahun 2022 sebelum meraih medali perak di New Delhi. Setelah Asian Games, mereka akan melanjutkan ke rangkaian turnamen Eropa di World Tour, di mana mereka akan berkompetisi di Denmark Open, French Open, dan Hylo Open mulai bulan Oktober.