Thursday, 24 September 2026
Hukum & Kriminal

--- Jasad ABK Ditemukan, Nasib Kapal Jurnalis Masih Dalam Ketidakpastian ---

--- Polisi belum dapat memastikan kondisi kapal cepat Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis setelah penemuan jasad Surakman, salah satu awak kapal. ---

Z
Zidan Alfarezi
23 September 2026 8 pembaca
Ilustrasi. Jasad kru kapal pembawa 5 jurnalis hilang di Selat Sunda ditemukan. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
Ilustrasi. Jasad kru kapal pembawa 5 jurnalis hilang di Selat Sunda ditemukan. (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)
---TITLEEXCERPT--- Polisi belum dapat memastikan kondisi kapal cepat Arupadhatu 1 yang membawa lima jurnalis setelah penemuan jasad Surakman, salah satu awak kapal. ---CONTENT---

Jakarta, CNN Indonesia -- Penemuan jasad Surakman, seorang awak kapal, belum memberikan kejelasan mengenai keadaan kapal cepat Arupadhatu 1 yang mengangkut lima jurnalis. Surakman adalah warga Carita, Pandeglang, Banten, yang terlibat dalam perjalanan tersebut.

Kapolda Banten, Irjen Hengki, menyatakan dalam konferensi pers pada Rabu (23/9) bahwa tidak ada informasi yang pasti mengenai nasib kapal tersebut. "Kapal itu tenggelam, terbakar, hilang dan sebagainya saya tidak menjawab itu, yang pasti dari sampai dengan sekarang Arupadhatu 1 kapalnya kan tidak ada yang ditemukan," ujarnya.

Kondisi Kapal dan Penumpang Masih Misterius

Hengki menambahkan bahwa belum ada kejelasan mengenai arah kapal, apakah terbawa arus atau tenggelam ke dasar laut. "Belum ada kejelasan kapal itu ke mana. Apakah terbawa arus atau terendam, tenggelam ke dalam dasar laut, saya tidak menjawab itu," lanjutnya.

Kapolda juga belum bisa memberikan informasi mengenai keberadaan tujuh orang lainnya yang berada di dalam rombongan tersebut. "Kedua bagaimana korban-korban yang lain? Saya belum bisa menjawab kalau korban-korban yang lain atau yang belum ditemukan. Ternyata mereka mungkin selamat, mungkin terbawa ke luar negeri, saya tidak tahu dan tidak saya jawab itu," jelasnya.

Operasi Pencarian yang Dihentikan

Sebelumnya, operasi pencarian besar-besaran untuk mencari lima jurnalis dan tiga awak kapal yang hilang di sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, resmi dihentikan pada Kamis (17/9). Lima jurnalis tersebut berangkat menggunakan kapal Arupadhatu untuk meliput erupsi Gunung Anak Krakatau.

Kapal tersebut hilang kontak setelah meninggalkan dermaga di Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9). Selama sepuluh hari pencarian, tidak ada petunjuk yang mengarah kepada penumpang kapal Arupadhatu 1. Proses pencarian melibatkan Basarnas dari Banten, Lampung, hingga Bengkulu, namun tidak ditemukan tanda-tanda keberadaan kapal atau delapan penumpangnya.

Setelah operasi pencarian dihentikan, keluarga dari jurnalis dan awak kapal yang hilang melakukan tabur bunga di perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, Selat Sunda, pada Jumat (18/9).

// Artikel Terkait