Monday, 31 August 2026
Peristiwa

ISNUpreneur Mendorong Peningkatan Kelas UMKM di Jombang dengan Dukungan Wamen Koperasi

Penguatan UMKM menjadi fokus utama dalam membangun ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan, yang diusung oleh PP ISNU dan PC ISNU Jombang melalui acara Talkshow UMKM.

I
I Gusti Ngurah Pramana
30 August 2026 15 pembaca
Foto: dokpri
Foto: dokpri

Penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) merupakan salah satu elemen kunci dalam membangun ekonomi kerakyatan yang tangguh. Hal ini menjadi fokus dari Pimpinan Pusat Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (PP ISNU) bekerja sama dengan PC ISNU Jombang dalam kegiatan ISNUpreneur yang bertajuk Talkshow UMKM: 'Ekonomi Kerakyatan 2.0' yang berlangsung di Aula Bung Tomo, Jombang, pada Ahad (30/8/2026).

Kegiatan ini menghadirkan berbagai elemen, termasuk pelaku dan pendamping UMKM, pemerintah daerah, akademisi, serta lembaga pembiayaan. Forum ini berfungsi sebagai wadah untuk mendiskusikan kebijakan nasional terkait UMKM, strategi penguatan UMKM di Kabupaten Jombang, serta skema pembiayaan dan digitalisasi. Acara dimulai dengan registrasi peserta pada pukul 07.00 WIB dan dibuka oleh pembawa acara H Khoirul Umam, diikuti dengan pembacaan ayat suci Alquran oleh Hj Millah Kameliya.

Acara Pembukaan yang Khidmat

Suasana pembukaan semakin meriah dengan lagu Indonesia Raya dan Mars Syubbanul Wathan. Setelah itu, sambutan disampaikan oleh Ketua Panitia dan Ketua Umum PP ISNU, diikuti oleh perwakilan Pemerintah Kabupaten Jombang yang memberikan sambutan sekaligus meresmikan kegiatan tersebut. Pada agenda utama, peserta menyimak keynote speech dengan tema 'Koperasi Desa Merah Putih sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan 2.0' yang disampaikan oleh Hj Farida Farichah. Pembahasan ini penting untuk melihat pengembangan ekonomi kerakyatan tidak hanya dari sisi usaha individu, tetapi juga melalui penguatan kelembagaan ekonomi di tingkat desa.

"Melalui pendekatan ekosistem ekonomi terintegrasi dari hulu ke hilir, KDKMP diproyeksikan sebagai wadah usaha bersama bagi UMKM desa. Sebuah sistem yang memerlukan sinergi intelektual ISNU untuk memperkuat literasi keuangan, inovasi kemasan, serta pemasaran digital pelaku usaha lokal," jelasnya.

Antusiasme Wamen Koperasi dan Penandatanganan MoU

Setelah sesi keynote, Wamen Farida melanjutkan dengan mengunjungi ruang pameran atau Expo produk-produk UMKM yang menjadi binaan ISNU. Ia menunjukkan antusiasme dengan berbincang dengan para pemilik UMKM yang produknya dipamerkan. "Saya yakin, dari sekarang yang UMKM ini, ke depan nanti bisa menjadi salah satu produk besar, menjadi unggulan. Karena itu harus selalu optimis, dengan didampingi kami yakin dari levelnya UMKM nanti bisa menjadi lebih besar skalanya," tuturnya.

Sekretaris Umum PP ISNU Wardi Taufik juga memberikan apresiasi terhadap kehadiran Wamen Farida. "Apresiasi setinggi-tingginya atas keynote speech yang mencerahkan dan membuat motivasi pelaku UMKM khususnya di Jombang menjadi semakin tinggi," ungkapnya. Agenda berikutnya adalah penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara PP ISNU dan Pemerintah Kabupaten Jombang, yang merupakan bagian dari komitmen untuk memperkuat kolaborasi dalam pengembangan potensi daerah, terutama yang berhubungan dengan penguatan ekonomi masyarakat dan UMKM.

Setelah penandatanganan MoU, acara dilanjutkan dengan talkshow yang berlangsung hingga siang hari. Tiga tema utama dibahas: 'Arah Kebijakan Nasional UMKM dan Digitalisasi dalam Bingkai Asta Cita' yang menghadirkan Prof Mas’ud; 'Potret dan Strategi Penguatan UMKM Kabupaten Jombang' dengan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Jombang; serta 'Skema Pembiayaan, Digitalisasi, dan Pendampingan UMKM' dengan narasumber dari Bank Syariah Indonesia (BSI). Seluruh sesi dimoderatori oleh Dr Henny Dwijayani.

Tiga tema tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UMKM memerlukan pendekatan menyeluruh. Selain kebijakan dan penguatan kapasitas usaha, pelaku UMKM juga memerlukan akses pembiayaan, pemanfaatan teknologi digital, serta pendampingan yang berkelanjutan. Dengan demikian, UMKM tidak hanya didorong untuk bertahan, tetapi juga mampu meningkatkan skala usaha dan beradaptasi dengan perubahan ekonomi yang semakin cepat.

Rangkaian ISNUpreneur ditutup dengan penyerahan sertifikat halal secara simbolis kepada penerima yang merupakan binaan dari PC ISNU Jombang. Agenda ini menjadi penanda penting bagi penguatan daya saing produk UMKM, terutama dalam meningkatkan kepercayaan konsumen dan membuka peluang pasar yang lebih luas. Melalui ISNUpreneur, PP ISNU menjadikan penguatan UMKM sebagai bagian dari agenda pemberdayaan ekonomi masyarakat, dengan harapan kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia perbankan, akademisi, dan pemangku kepentingan lainnya dapat menciptakan ekosistem UMKM yang kuat dan berkelanjutan.

// Artikel Terkait