TEHERAN -- Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa Iran mendukung pembentukan Pakta Pertahanan Makkah yang melibatkan Turki, Pakistan, dan Arab Saudi. Menurutnya, pakta ini dapat menjadi simbol persatuan umat Islam.
"Kami menyambut Perjanjian Makkah," ujar Pezeshkian. Ia menambahkan bahwa Iran selalu percaya bahwa persatuan dan solidaritas antara negara-negara Islam dapat mencegah agresi dari rezim Israel terhadap negara-negara Muslim dengan lebih mudah.
Harapan untuk Kerja Sama yang Lebih Luas
Pernyataan tersebut juga menyampaikan harapan agar lebih banyak negara di kawasan serta negara-negara Muslim lainnya dapat bergabung dan memperluas kerja sama di berbagai bidang, termasuk pertahanan, politik, ekonomi, dan budaya.
Sebelumnya, pada 24 Agustus 2026, Iran mengungkapkan bahwa mereka belum menerima undangan resmi untuk bergabung dengan Pakta Pertahanan Makkah. Namun, Teheran telah menyatakan kesediaan untuk berdialog mengenai isu-isu yang berkaitan dengan keamanan kolektif di Timur Tengah.
Pentingnya Pakta Pertahanan Bersama
Pakta Pertahanan Bersama Makkah yang ditandatangani pada 7 Agustus menjadi landasan bagi penguatan kerja sama dalam hal deterensi kolektif. Dalam perjanjian ini, setiap serangan bersenjata terhadap salah satu anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota pakta.