Ikatan alumni Fakultas Kedokteran Universitas Nusa Cendana (Undana) di Kupang, Nusa Tenggara Timur, meminta kepada aparat kepolisian untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terkait kematian dokter Eliza Princila Utami Pakaenoni, yang lebih dikenal sebagai dokter Icha. Kematian dokter Icha diduga berkaitan dengan intimidasi yang dilakukan oleh beberapa anggota DPRD Kabupaten Timor Tengah Utara.
Desakan untuk Tim Khusus
Dalam sebuah konferensi pers yang berlangsung di Gedung Dekanat Fakultas Kedokteran Undana pada hari Selasa, perwakilan Ikatan Alumni FK Undana, dr Bilberton, menyatakan, "Kami minta agar Kapolri membentuk tim khusus, namun independen, untuk menangani perkara tersebut, serta mengungkap hasil penyelidikan secara terbuka kepada masyarakat." Ia menegaskan pentingnya transparansi dalam proses penyelidikan ini.
Panggilan untuk Memeriksa Anggota DPRD
Dr Bilberton juga mengungkapkan bahwa ada beberapa kejadian yang terjadi sebelum kematian dokter Icha, yang seharusnya menjadi perhatian serius bagi pihak kepolisian. Ia menambahkan, "Kami juga meminta agar polisi memeriksa ketiganya untuk mengungkap kasus ini," merujuk pada tiga anggota DPRD yang diduga terlibat dalam intimidasi yang menyebabkan dokter Icha merasa tertekan hingga mengambil keputusan untuk bunuh diri.
Lebih lanjut, alumni FK Undana lainnya, dr Eky Gonang, menekankan agar semua pihak yang mungkin memiliki informasi atau keterkaitan dengan kasus ini juga dipanggil dan diperiksa, tanpa memandang jabatan mereka. Ia berharap masyarakat, termasuk media, turut serta dalam mengawal kasus ini agar dapat terungkap dengan jelas.
Dengan adanya desakan ini, diharapkan kasus kematian dokter Icha dapat terungkap dan tidak ada pihak yang merasa kebal hukum. Masyarakat di NTT juga diharapkan untuk terus memantau perkembangan kasus ini agar tetap transparan.